Great Eastern General Insurance Indonesia sees property insurance growth through end-2026
Permintaan perlindungan aset di segmen korporasi dan komersial masih menopang prospek lini asuransi properti hingga akhir 2026. Great Eastern General Insurance Indonesia juga melihat kenaikan nilai properti dan meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap manajemen risiko sebagai pendorong tambahan pertumbuhan.
Sorotan
- Pendapatan premi lini properti GEGI tumbuh 0,5% secara tahunan per Mei 2026, menunjukkan laju lebih lambat dibandingkan industri.
- Premi asuransi properti industri menurut AAUI naik 6,5% secara tahunan menjadi Rp 8,31 triliun per Maret 2026.
- Nilai klaim asuransi properti melonjak 34,7% secara tahunan menjadi Rp 2,64 triliun, meningkatkan tekanan profitabilitas industri.
Strategi selektif untuk menjaga pertumbuhan
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, PT Great Eastern General Insurance Indonesia menilai peluang ekspansi bisnis asuransi properti masih terbuka pada sisa 2026. Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia, Linggawati Tok, mengatakan perusahaan tetap menerapkan prinsip underwriting yang disiplin dan selektif untuk mendorong pertumbuhan hingga akhir tahun ini.Perusahaan juga secara aktif memperluas penetrasi pada risiko yang memenuhi kriteria profitabilitas dan kualitas portofolio. Selain itu, GEGI memperkuat kerja sama dengan broker, agen, dan mitra bisnis strategis, mengoptimalkan cross-selling kepada nasabah eksisting, serta mengembangkan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Menurut Linggawati, langkah tersebut ditujukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan premi dan kualitas hasil underwriting. Ia juga mengatakan pertumbuhan bisnis didorong oleh pendekatan akseptasi risiko yang lebih selektif, termasuk menghindari okupansi dengan tingkat risiko tinggi.
Dinamika industri dan tekanan klaim
Kinerja lini properti GEGI sendiri mencatat pertumbuhan premi 0,5% secara tahunan per Mei 2026, meski perusahaan tidak merinci nilai premi dari lini tersebut. Angka itu menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan laju industri, di tengah kehati-hatian pelaku usaha asuransi umum dalam memilih eksposur risiko.Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, AAUI, menunjukkan pendapatan premi asuransi properti industri naik 6,5% secara tahunan menjadi Rp 8,31 triliun per Maret 2026. Di saat yang sama, nilai klaim asuransi properti melonjak 34,7% secara tahunan menjadi Rp 2,64 triliun, menandakan tekanan profitabilitas yang tetap perlu diwaspadai oleh pelaku industri.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang peluang pertumbuhan asuransi properti hingga akhir 2026, kami menyoroti penilaian Zurich Asuransi Indonesia bahwa kebutuhan perlindungan aset masih besar meski penetrasi asuransi rendah. Artikel itu juga mencatat pertumbuhan premi bruto lini properti Zurich serta menekankan bahwa lonjakan klaim industri berpotensi menekan profitabilitas, sehingga perusahaan perlu disiplin dalam pengelolaan risiko.
Berita Italy Terbaru
- Forex
- Crypto