Mira Kyivska

IHSG menguat pada pembukaan perdagangan 31 Juli, seluruh indeks sektoral berada di zona hijau

IHSG menguat pada pembukaan perdagangan 31 Juli, seluruh indeks sektoral berada di zona hijau
IHSG naik di pembukaan

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia dibuka positif pada Jumat, 31 Juli 2026, dengan IHSG naik 0,54 persen ke level 6.219. Dalam menit awal, penguatan berlanjut ke 6.222 seiring mayoritas saham bergerak di zona hijau dan nilai transaksi awal mencapai Rp560 miliar.

Sorotan

  • IHSG naik 0,59 persen semenit setelah pembukaan 31 Juli, dengan 349 saham menguat, 128 saham melemah, dan volume transaksi awal 1,2 miliar lembar.
  • Seluruh indeks sektoral berada di zona hijau, termasuk energi, keuangan, teknologi, dan kesehatan, menunjukkan penguatan pasar yang meluas di awal sesi.
  • Saham Insight Investment Management, TIFA, dan WOMF memimpin top gainers dan memperkuat sentimen positif di pasar pada pembukaan perdagangan.

Kinerja awal perdagangan dan pergerakan indeks

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG masih melanjutkan kenaikan 0,59 persen semenit setelah pembukaan, dengan 349 saham menguat, 128 saham melemah, dan 486 saham bergerak stagnan. Volume transaksi awal tercatat 1,2 miliar lembar saham.

Penguatan juga terlihat pada sejumlah indeks utama lain. Indeks LQ45 naik 0,35 persen ke 621, indeks JII bertambah 0,37 persen ke 369, indeks MNC36 menguat 0,30 persen ke 270, dan IDX30 naik 0,27 persen ke 349.

Dukungan sektoral dan saham penggerak

Seluruh indeks sektoral berada di zona hijau pada awal sesi, mencakup energi, konsumer non siklikal, keuangan, bahan baku, properti, teknologi, infrastruktur, transportasi, konsumer siklikal, industri, dan kesehatan. Kondisi ini menunjukkan penguatan pasar yang tersebar di berbagai lini sektor pada pembukaan perdagangan.

Tiga saham yang memimpin daftar top gainers yakni Insight Investment Management, PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA), dan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF). Kenaikan saham-saham tersebut turut mencerminkan sentimen positif yang menopang pergerakan pasar pada awal hari.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan saham bank besar Indonesia, kami membahas reli BBCA, BBNI, BBRI, dan BMRI yang terjadi saat valuasi sektor dinilai menarik setelah koreksi. Namun kami juga menekankan bahwa ruang kenaikan berpotensi terbatas karena likuiditas perbankan masih ketat, didorong penerbitan SRBI yang agresif serta sifat dana SAL yang sementara, sehingga memengaruhi biaya dana dan prospek rerating sektor.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.