Premi unitlink di Indonesia naik 21,92% per Juli 2026
Pendapatan premi produk unitlink di Indonesia mencapai Rp 28,59 triliun per Juli 2026, menandakan segmen ini masih bertumbuh di tengah penyesuaian pasar asuransi jiwa. Porsi unitlink juga menyumbang 25,65% dari total premi industri asuransi jiwa yang tercatat Rp 111,44 triliun pada periode yang sama.
Sorotan
- Pendapatan premi unitlink di Indonesia mencapai Rp 28,59 triliun per Juli 2026, tumbuh 21,92% year-on-year menurut OJK.
- Premi industri asuransi jiwa sebesar Rp 111,44 triliun per Juli 2026 naik 7,76%, dengan unitlink berkontribusi 25,65% terhadap total premi.
- OJK menilai pertumbuhan unitlink masih terbuka namun akan lebih selektif, mendorong peningkatan tata kelola dan transparansi pemasaran produk.
Kinerja premi unitlink hingga Juli 2026
Seperti diberitakan KONTAN Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, OJK, mencatat pendapatan premi unitlink mencapai Rp 28,59 triliun per Juli 2026. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyatakan nilai itu tumbuh 21,92% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (8/9).Di saat yang sama, premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 111,44 triliun per Juli 2026. Nilai tersebut tumbuh 7,76% secara tahunan, sementara kontribusi produk unitlink terhadap total pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai 25,65%.
Dampak bagi industri asuransi jiwa
OJK menilai pertumbuhan itu menunjukkan unitlink masih memiliki ruang di pasar. Namun, otoritas menekankan perusahaan asuransi tetap perlu mengedepankan kualitas produk, kesesuaian dengan kebutuhan dan profil risiko konsumen, serta transparansi terkait manfaat proteksi dan risiko investasi.Ke depan, OJK memproyeksikan pertumbuhan unitlink masih terbuka, meski berlangsung lebih selektif sejalan dengan preferensi nasabah dan penguatan tata kelola produk. Unitlink juga dinilai masih menarik bagi masyarakat, terutama nasabah yang menginginkan kombinasi manfaat proteksi dan potensi hasil investasi, sehingga perusahaan diharapkan memastikan pemasaran produk berjalan transparan dan mendukung pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan.
Kinerja unitlink berbasis saham per Agustus 2026 menjadi sorotan dalam artikel kami sebelumnya, ketika rata-rata segmen ini masih terkontraksi secara year to date meski tekanan mulai mereda dan sejumlah produk mencatat imbal hasil tinggi. Kami juga mengulas bahwa perbaikan tersebut didukung penguatan IHSG, tetapi pasar tetap berpotensi volatil sehingga pemulihan kinerja tidak selalu merata di semua produk dan segmen unitlink.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto