Berdikari mulai impor kerbau Australia untuk menambah pasokan protein hewani di Indonesia

Berdikari mulai impor kerbau Australia untuk menambah pasokan protein hewani di Indonesia
Berdikari impor kerbau Australia

Di tengah tingginya harga sapi hidup, PT Berdikari (Persero) mulai mendatangkan kerbau hidup dari Australia sebagai opsi pasokan protein hewani yang lebih terjangkau. Kedatangan perdana pada Minggu, 11 Oktober 2026, menandai perluasan portofolio bisnis ruminansia BUMN peternakan tersebut sekaligus upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

Sorotan

  • Berdikari menerima impor perdana kerbau hidup asal Australia pada 11 Oktober 2026 untuk menambah alternatif pasokan protein hewani di Indonesia.
  • Impor kerbau hidup ini menandai ekspansi portofolio bisnis ruminansia Berdikari dan membuka peluang pengembangan usaha peternakan ke depan.
  • Diversifikasi pasokan melalui impor kerbau diharapkan memperkuat ketahanan pangan nasional serta meningkatkan daya saing harga dan pilihan daging di pasar domestik.

Ekspansi portofolio dan diversifikasi pasokan

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, PT Berdikari (Persero) resmi menerima kedatangan perdana kerbau hidup atau water buffalo asal Australia pada Minggu, 11 Oktober 2026. Langkah ini ditempuh sebagai alternatif pasokan protein hewani di tengah harga sapi hidup yang masih tinggi di pasar domestik.

General Manager Ruminansia Business PT Berdikari (Persero), Akhmad Johari, mengatakan kedatangan kerbau tersebut menjadi babak baru dalam portofolio bisnis ruminansia perseroan. Menurut dia, impor ini juga membuka peluang pengembangan usaha peternakan ke depan, tidak hanya pada sisi pemasukan ternak tetapi juga pada pengembangan bisnis lanjutan.

Dalam keterangannya yang dikutip pada Selasa, 13 Oktober 2026, Akhmad menyebut ini sebagai kali pertama Berdikari mendatangkan kerbau hidup dari Australia. Ia menilai portofolio baru itu menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan untuk memperluas kegiatan usaha di segmen ruminansia.

Dampak pada harga daging dan ketahanan pangan

Sebagai BUMN peternakan, Berdikari menyatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas harga komoditas daging. Pasokan alternatif ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing harga dan memperluas pilihan protein hewani bagi masyarakat.

Perusahaan juga memandang diversifikasi pasokan sebagai respons strategis terhadap dinamika harga ternak hidup. Melalui penambahan sumber protein hewani alternatif, Berdikari memperluas pilihan komoditas dengan mempertimbangkan efisiensi rantai pasok, keekonomian usaha, dan kebutuhan pasar domestik.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pengembangan KSPEAN Wanam di Merauke, pemerintah mendorong pembukaan lumbung pangan baru melalui perluasan pertanian padi yang ditopang infrastruktur air. Kami menyoroti hasil survei geolistrik yang menemukan sejumlah titik potensial sumur dalam untuk memastikan ketersediaan air berkelanjutan, seiring penanaman padi tahap awal yang ditargetkan panen pada November 2026.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.