Jamkrindo Syariah perluas digitalisasi penjaminan lewat kerja sama dengan Privy
Transformasi digital di sektor penjaminan syariah berlanjut ketika PT Penjaminan Jamkrindo Syariah menggandeng Privy untuk pemanfaatan sertifikat elektronik dan tanda tangan elektronik dalam proses penjaminan. Tahap awal kolaborasi ini diterapkan pada layanan Customs Bond, dengan peluang perluasan ke produk lain sesuai ketentuan dan kesiapan para pihak terkait.
Sorotan
- Jamkrindo Syariah menggandeng Privy untuk implementasi sertifikat elektronik dan tanda tangan elektronik pada proses penjaminan Customs Bond guna mempercepat operasional.
- Kerja sama ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan integrasi pengelolaan dokumen, mendukung kebutuhan digital nasabah, mitra UMKM, dan lebih dari 60 lembaga keuangan.
- Jamkrindo Syariah mencatat volume penjaminan lebih dari Rp 29 triliun dan telah menerbitkan 325.000+ sertifikat, menegaskan urgensi digital trust bagi kelancaran ekosistem pembiayaan.
Implementasi awal pada layanan Customs Bond
KONTAN melaporkan, kerja sama ini digunakan untuk mendukung pemanfaatan sertifikat elektronik dan tanda tangan elektronik dalam proses penjaminan Jamkrindo Syariah. Direktur Operasional sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Keuangan, SDM, dan Umum Jamkrindo Syariah, Loesdarwanto, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat tata kelola operasional.Menurut Loesdarwanto, perusahaan ingin teknologi mempercepat proses bisnis dan meningkatkan efektivitas layanan penjaminan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh nasabah dan mitra, termasuk pelaku UMKM. Ia menambahkan kerja sama dengan Privy juga ditujukan untuk mendukung pengelolaan dokumen dan proses bisnis yang lebih efisien, terintegrasi, dan adaptif terhadap kebutuhan ekosistem digital yang terus berkembang.
Penggunaan tanda tangan elektronik Privy saat ini telah diterapkan pada penjaminan Customs Bond atau jaminan kepabeanan. Pemanfaatannya berpotensi diperluas ke produk penjaminan lain, sementara perluasan ke Sertifikat Kafalah secara khusus mempertimbangkan penerimaan Penerima Jaminan atau obligee.
Dampak operasional bagi ekosistem pembiayaan
Jamkrindo Syariah mencatat volume penjaminan lebih dari Rp 29 triliun dan telah menerbitkan lebih dari 325.000 sertifikat. Perusahaan juga memiliki cakupan layanan lebih dari 1,8 juta tenaga kerja serta kemitraan dengan lebih dari 60 lembaga keuangan, BUMN, dan pelaku usaha, sehingga pengelolaan dokumen yang efisien dan terintegrasi menjadi faktor penting bagi kelancaran operasional.Chief Business Officer Privy, Brata R. Rafly, mengatakan pertumbuhan volume penjaminan menunjukkan semakin pentingnya infrastruktur kepercayaan digital untuk mendukung transaksi dan administrasi dalam ekosistem pembiayaan. Menurut dia, digitalisasi di sektor jasa keuangan, termasuk penjaminan, perlu ditopang identitas terverifikasi, keabsahan dokumen elektronik, dan jejak audit yang jelas agar setiap proses dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menilai penguatan digital trust membantu memastikan kemudahan layanan berjalan seiring dengan akuntabilitas. Brata menambahkan proses administrasi yang efisien dan didukung mekanisme verifikasi yang tepat juga dapat mengurangi hambatan operasional, sehingga lembaga keuangan dan pelaku usaha dapat menjalankan proses bisnis dengan lebih efektif, sejalan dengan upaya transformasi digital sektor jasa keuangan nasional.
Dorongan OJK agar fintech lending memperkuat pencatatan dan analisis penggunaan dana UMKM menjadi sorotan dalam ulasan kami sebelumnya, terutama untuk memetakan pembiayaan produktif dan konsumtif secara lebih akurat. OJK mencatat porsi pembiayaan produktif masih di bawah target roadmap, sehingga perbaikan tata kelola, manajemen risiko, dan kualitas data dinilai penting agar akses pembiayaan tetap sehat dan tepat sasaran.
Berita UTrade Markets Terbaru
- Forex
- Crypto