OJK dorong skema penilaian kredit baru untuk perluas pembiayaan UMKM

OJK dorong skema penilaian kredit baru untuk perluas pembiayaan UMKM
Skema kredit baru UMKM

Dorongan memperluas inklusi keuangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah kini diarahkan tidak hanya pada ketersediaan dana, tetapi juga pada cara lembaga keuangan menilai kelayakan usaha. OJK menilai pendekatan berbasis Sistem Layanan Informasi Keuangan, atau SLIK, saja belum cukup untuk menangkap kondisi riil seluruh UMKM, sehingga diperlukan credit scoring alternatif yang didukung digitalisasi dan pendampingan usaha.

Sorotan

  • OJK mendorong pengembangan skema penilaian kredit alternatif berbasis data digital dan ERP untuk meningkatkan akses pembiayaan UMKM mulai 13/10/2026.
  • OJK menekankan perlunya pembiayaan yang mudah diakses, sesuai karakteristik UMKM, berbiaya wajar, dan memperluas opsi seperti securities crowdfunding.
  • OJK melanjutkan kolaborasi dengan International Labour Organization dan mitra internasional untuk memperkuat agenda pembiayaan produktif, inovasi tepercaya, dan kolaborasi berdampak luas bagi UMKM.

Skema penilaian dan dukungan digitalisasi UMKM

Menurut Kontan, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan perluasan inklusi keuangan tidak cukup hanya melalui penyediaan pembiayaan. Ia menyampaikan pelaku UMKM juga perlu memperkuat kemampuan mengelola usaha agar mampu menghadapi guncangan ekonomi dan menjaga keberlanjutan bisnis.

Dalam acara Celebrating Achievement, Strengthening Partnerships, and Welcoming the Next Chapter di Pullman Hotel Jakarta, Selasa (13/10/2026), Dicky mengatakan pembiayaan perlu berjalan bersama pendampingan usaha dan pemanfaatan teknologi. Menurut dia, pencatatan keuangan yang tertib dan pemakaian teknologi seperti enterprise resource planning, atau ERP, membantu pelaku usaha mendokumentasikan proses produksi dan transaksi secara lebih transparan.

Ketersediaan data usaha yang lebih baik juga membantu lembaga keuangan menilai kebutuhan pembiayaan dan kemampuan calon debitur membayar pinjaman. Karena itu, OJK mendorong pengembangan berbagai alternatif penilaian kredit yang lebih mencerminkan kondisi nyata dan karakteristik usaha UMKM.

Pembiayaan yang lebih sesuai dan perlindungan konsumen

Selain memperluas metode penilaian kredit, OJK mendorong tersedianya pembiayaan yang mudah diakses, sesuai dengan karakteristik dan siklus usaha, serta menawarkan biaya yang wajar. Opsi pendanaan juga perlu diperluas melalui berbagai lembaga pembiayaan dan skema securities crowdfunding, agar UMKM memperoleh sumber dana yang lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.

Di saat yang sama, OJK mengingatkan bahwa perluasan layanan keuangan berbasis teknologi harus disertai perlindungan konsumen yang memadai. Transparansi informasi, pemahaman atas risiko produk, mekanisme penanganan pengaduan, penguatan data keuangan, dan manajemen risiko dinilai perlu berjalan seiring dengan inovasi.

Ke depan, OJK melanjutkan kolaborasi dengan International Labour Organization, pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs, pemerintah daerah, pelaku industri keuangan, dan organisasi pekerja untuk memperluas manfaat program pengembangan UMKM. Dicky merangkum agenda tersebut ke dalam tiga fokus, yaitu pembiayaan produktif, inovasi yang tepercaya, dan kolaborasi yang memberi dampak nyata bagi pelaku usaha, pekerja, dan keluarga mereka.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang dorongan OJK agar fintech lending memperkuat pencatatan dan analisis penggunaan dana UMKM, regulator menyoroti masih banyak pinjaman konsumtif bernilai kecil yang dipakai untuk kegiatan usaha sehingga pemetaan pembiayaan produktif vs konsumtif belum akurat. OJK juga menekankan target peningkatan porsi pembiayaan produktif serta pentingnya manajemen risiko dan pelindungan konsumen agar penyaluran dana ke UMKM tetap sehat dan tepat sasaran.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.