Hlib Chabaniuk

Soekarno-Hatta catat pembatalan dan pengurangan penerbangan Arab Saudi setelah gangguan operasional Riyadh

Soekarno-Hatta catat pembatalan dan pengurangan penerbangan Arab Saudi setelah gangguan operasional Riyadh
Penerbangan ke Saudi terganggu

Penyesuaian operasional penerbangan ke Arab Saudi terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa, setelah sejumlah maskapai internasional membatalkan atau mengurangi frekuensi layanan mereka. Perubahan ini terutama memengaruhi rute ke Riyadh, Jeddah, Dammam, dan Madinah, dengan sebagian pembatasan berlaku hingga pertengahan Oktober 2026 dan sebagian lain belum memiliki batas waktu.

Sorotan

  • Etihad Airways membatalkan penerbangan ke Riyadh hingga 19 Oktober 2026, ke Dammam hingga 15 Oktober 2026, dan memangkas frekuensi ke Jeddah hingga 15 Oktober 2026.
  • Emirates membatalkan seluruh penerbangan ke Jeddah, Madinah, Riyadh, dan Dammam tanpa batas waktu, sementara Qatar Airways menurunkan frekuensi ke Jeddah dari delapan menjadi empat kali sehari.
  • Penyesuaian jadwal maskapai Teluk akibat gangguan operasional Riyadh meningkatkan ketidakpastian bagi penumpang rute Timur Tengah melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Penyesuaian rute maskapai hingga pertengahan Oktober

Seperti dilaporkan Kompas.com, pihak Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyatakan maskapai-maskapai dari kawasan Teluk menyesuaikan jadwal dan rute operasional menuju sejumlah kota di Arab Saudi menyusul perkembangan situasi di Riyadh.

Asst. Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, dalam rilis resmi mengatakan Etihad Airways membatalkan penerbangan menuju Riyadh hingga 19 Oktober 2026 dan ke Dammam hingga 15 Oktober 2026. Untuk rute Jeddah, frekuensi penerbangan dipangkas dari empat kali sehari menjadi dua kali sehari hingga 15 Oktober 2026, sementara penerbangan ke Madinah tetap beroperasi.

Emirates juga membatalkan seluruh penerbangan menuju Jeddah, Madinah, Riyadh, dan Dammam hingga waktu yang belum ditentukan. Selain itu, Oman Air masih membatalkan penerbangan menuju Riyadh, sedangkan Qatar Airways masih menghentikan layanan ke Riyadh dan menurunkan frekuensi penerbangan ke Jeddah dari delapan kali menjadi empat kali sehari; penerbangan Qatar Airways ke Madinah tetap berjalan.

Saudia tetap mengoperasikan penerbangan menuju sejumlah kota di Arab Saudi, kecuali Riyadh yang masih ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. Pihak bandara juga menegaskan Soekarno-Hatta tidak melayani penerbangan langsung ke Riyadh, sehingga penumpang dari Jakarta menuju ibu kota Arab Saudi tersebut selama ini harus menggunakan penerbangan transit di kota atau negara lain.

Dampak bagi penumpang dan operasional bandara

Perubahan jadwal ini menambah ketidakpastian bagi penumpang rute Timur Tengah, khususnya mereka yang memiliki perjalanan lanjutan ke Arab Saudi melalui maskapai-maskapai Teluk. Karena sebagian pembatalan belum memiliki batas waktu yang jelas, calon penumpang diminta memantau status perjalanan secara berkala melalui kanal resmi masing-masing maskapai.

Manajemen Bandara Soekarno-Hatta menyatakan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran operasional penerbangan. Bandara menempatkan kenyamanan, keselamatan, dan keamanan pengguna jasa sebagai prioritas utama, sementara informasi layanan lebih lanjut dapat diakses melalui Contact Center InJourney Airports.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang eskalasi serangan kelompok Houthi ke wilayah Arab Saudi, kami membahas meningkatnya risiko bagi WNI yang bekerja maupun beribadah, termasuk potensi ancaman terhadap jemaah umrah di Mekkah dan Madinah. Kami juga menyoroti efek rambatan ke ekonomi, seperti gangguan jalur perdagangan Laut Merah serta tekanan pada arus kas bisnis travel umrah akibat potensi lonjakan permintaan refund.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.