Duren Sawit manfaatkan panel surya untuk pangkas biaya listrik fasilitas umum
Pemanfaatan energi surya di permukiman padat Malaka Jaya, Duren Sawit, membantu menekan biaya listrik fasilitas bersama warga di tingkat RT. Sistem yang dipasang di atap rumah Ketua RT 08/RW 04 itu mengalirkan daya ke gang, pos RT, dan sejumlah kebutuhan komunal lain dengan penghematan sekitar Rp 2,1 juta per bulan.
Sorotan
- Instalasi panel surya 10 kW di RT 08/RW 04 Malaka Jaya mulai Maret 2026 menurunkan pengeluaran listrik bulanan dari Rp 3 juta menjadi sekitar Rp 900.000.
- Biaya pemasangan panel surya sekitar Rp 200 juta berasal dari dukungan CSR swasta dan menyasar fasilitas umum seperti penerangan, aerator kolam lele, dan freezer warga.
- Model PLTS lingkungan di Duren Sawit membuka peluang efisiensi biaya operasional fasilitas warga dan perluasan penggunaan energi terbarukan di kawasan permukiman padat.
Skema instalasi dan penghematan bulanan
Seperti dilaporkan Kompas.com, instalasi panel surya berkapasitas 10 kilowatt di rumah Taufiq Supriadi Yusuf mulai beroperasi sejak Maret 2026 dan terhubung dengan jaringan PLN melalui sistem on-grid. Skema ini membuat listrik dari sinar matahari digunakan pada siang hari, sementara pasokan malam hari tetap berasal dari PLN.Menurut Taufiq, aliran listrik dari instalasi tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan umum di lingkungan RT 08/RW 04 Malaka Jaya, termasuk penerangan gang dan pos RT. Pengeluaran listrik bulanan yang sebelumnya mencapai sekitar Rp 3 juta kini turun menjadi sekitar Rp 900.000, sehingga iuran listrik RT berkurang Rp 2,1 juta per bulan.
Pasokan listrik itu juga menopang sejumlah fasilitas lingkungan, seperti aerator kolam lele, pompa sirkulasi air, pos kamling modern, hingga freezer milik warga. Pemanfaatan ini menunjukkan kapasitas pembangkit surya atap dapat diarahkan untuk kebutuhan komunal di kawasan permukiman.
Dukungan pendanaan dan dampak bagi lingkungan
Taufiq menyatakan panel surya tersebut diperoleh melalui dukungan pihak swasta dalam skema corporate social responsibility, dengan biaya pemasangan sekitar Rp 200 juta. Inisiatif itu melanjutkan rangkaian program lingkungan yang sebelumnya ia kembangkan di wilayah tersebut, termasuk pemanfaatan saluran air untuk kolam ikan.Penerapan PLTS skala lingkungan ini memperlihatkan energi terbarukan dapat digunakan tanpa menunggu proyek infrastruktur besar. Bagi kawasan perkotaan padat seperti Jakarta Timur, model serupa berpotensi menjadi acuan efisiensi biaya operasional fasilitas warga sekaligus memperluas penggunaan energi bersih di tingkat komunitas.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang percepatan pembangunan PLTS di Indonesia, kami mengulas bagaimana reformasi kebijakan kelistrikan dan ekspansi tenaga surya dinilai krusial untuk memenuhi lonjakan permintaan listrik sekaligus menekan biaya dan subsidi energi. Kami juga menyoroti bahwa PLTS dapat dibangun jauh lebih cepat dibanding pembangkit batu bara, meski masih menghadapi hambatan biaya, interkoneksi, perizinan, dan aturan TKDN.
Berita Public Services Terbaru
- Forex
- Crypto