CEO Uber mengincar kemitraan dengan Tesla Robotaxi

CEO Uber mengincar kemitraan dengan Tesla Robotaxi
CEO Uber mengatakan ingin bermitra dengan Tesla Robotaxi

CEO Uber Dara Khosrowshahi menyatakan optimismenya untuk bekerja sama dengan Tesla dan Elon Musk ketika perusahaan ini bersiap untuk meluncurkan layanan robotaxi.

Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan analis teknologi Ben Thompson, Khosrowshahi mengakui kekuatan Tesla tetapi menekankan bahwa prinsip-prinsip ekonomi berlaku untuk semua perusahaan, termasuk raksasa kendaraan listrik Musk, lapor Business Insider.

Rencana Robotaxi Tesla dan Potensi Peran Uber

Musk mengumumkan layanan taksi otonom Tesla, yang dijuluki Cybercab, pada bulan Oktober, dengan rencana peluncuran di Austin, Texas, pada bulan Juni ini. Meskipun Tesla belum mengonfirmasi apakah mereka akan berkolaborasi dengan platform pemesanan kendaraan, Khosrowshahi menyarankan bahwa mendaftarkan taksi otonom Tesla di Uber akan menguntungkan secara finansial bagi perusahaan Musk.

"Tesla yang ada di Uber dan jaringannya akan menghasilkan lebih banyak pendapatan," jelasnya. "Anda memiliki sebuah kotak dengan roda, dan Anda ingin memaksimalkan pendapatan dari kotak tersebut untuk mengurangi biaya modal Anda-hukum ekonomi berlaku untuk Tesla seperti halnya pada perusahaan mobil lainnya."

Strategi Ekonomi dan Potensi Kolaborasi

Khosrowshahi membandingkan situasi ini dengan industri pengantaran makanan, di mana jaringan besar seperti McDonald's mengoperasikan aplikasinya sendiri tetapi masih bekerja sama dengan platform pihak ketiga seperti Uber Eats dan DoorDash untuk memaksimalkan pendapatan. Dia berpendapat bahwa Tesla mungkin akan mengikuti model yang sama, menggunakan basis pelanggan Uber yang luas untuk melengkapi jaringannya sendiri.

"Pada akhirnya, kami berharap pesona saya dan argumen ekonomi dapat membuat Tesla bekerja sama dengan kami," kata Khosrowshahi, seraya menambahkan bahwa Tesla dipersilakan untuk mempertahankan saluran langsung bersama kemitraan dengan Uber.

Meskipun ambisi robotaxi Tesla dapat mengganggu industri pemesanan kendaraan, Uber tampaknya lebih memilih untuk bekerja sama dengan Musk daripada bersaing secara langsung. Namun, jika Tesla memilih eksklusivitas, hal ini dapat menjadi tantangan bagi pertumbuhan jangka panjang Uber dalam mobilitas otonom.

Seperti yang telah kami tulis, sekelompok investor yang dipimpin oleh Elon Musk telah mengajukan penawaran yang tidak diminta untuk membeli perusahaan nirlaba yang mengendalikan OpenAI senilai $97,4 miliar.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.