Aksi mahasiswa di Tugu Tani ganggu lalu lintas Menteng menuju Monas
Aksi mahasiswa di kawasan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, menyebabkan penyempitan arus kendaraan pada Selasa sore saat massa bergerak dari area monumen ke badan jalan. Penutupan lajur ini memicu kemacetan ke arah Jalan Medan Merdeka Timur, sementara kepadatan juga menjalar ke ruas sekitar akibat perlambatan kendaraan.
Sorotan
- Aksi mahasiswa di Tugu Tani pada Selasa menutup satu lajur Jalan Menteng Raya menuju Monas, menyebabkan lalu lintas tersendat dan kemacetan meningkat.
- Demonstrasi Komite Sadar bersama masyarakat sipil bertepatan dengan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
- Tuntutan meliputi penetapan bencana nasional untuk karhutla dan banjir, perbaikan kebijakan ekonomi, pemberantasan KKN, serta penurunan biaya pendidikan dan layanan publik.
Penutupan lajur dan kondisi arus kendaraan
Seperti dilaporkan Kompas.com, massa mahasiswa mula-mula menggelar aksi dan orasi di pekarangan Monumen Tugu Tani sebelum sebuah mobil komando dengan pengeras suara tiba di lokasi. Sejumlah perwakilan mahasiswa kemudian naik ke atas kendaraan tersebut, lalu orator mengajak peserta aksi turun ke jalan untuk menutup satu lajur sebagai bentuk tekanan kepada pemerintah.Massa selanjutnya menutup lajur paling kanan di Jalan Menteng Raya dari arah Menteng dan Cikini menuju Monas. Dampaknya, kendaraan dari arah Menteng ke Jalan Medan Merdeka Timur tersendat karena hanya dua lajur kiri yang tetap dapat dilalui.
Di sisi lain, arus dari Jalan Kebon Sirih menuju Kwitang tidak mengalami penutupan. Namun kepadatan tetap terjadi di sekitar Tugu Tani karena perlambatan pergerakan kendaraan, dan pengendara diimbau mencari jalur alternatif lain.
Tuntutan aksi dan konteks politik
Aksi tersebut digelar oleh aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Sadar, Seruan Kedaulatan Rakyat, pada Selasa sore di kawasan Tugu Tani. Unjuk rasa ini berlangsung bertepatan dengan momentum evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.Dalam aksi hari ini, kelompok mahasiswa itu membawa lima tuntutan utama, yakni menetapkan kebakaran hutan dan lahan serta banjir sebagai bencana nasional, memulihkan kesehatan warga, dan mengadili serta mencabut izin korporasi yang dinilai bertanggung jawab atas krisis tersebut. Mereka juga menuntut perbaikan tata kelola kebijakan ekonomi untuk memulihkan kepercayaan pasar, penghentian pembatasan kebebasan berpendapat, pemberantasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta penurunan biaya pendidikan, kesehatan, dan layanan publik agar aksesnya lebih merata.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penegakan hukum karhutla yang mengerucut ke korporasi, kami mengulas perkembangan 97 laporan polisi yang sebagian besar sudah naik ke tahap penyidikan, serta penguatan operasi pemadaman di lapangan. Kami juga mencatat aparat masih mendalami dan belum membuka identitas perusahaan yang diperiksa, sembari menekankan bahwa penanganan karhutla berjalan paralel antara proses hukum dan respons operasional.
Berita Citizen Rights Terbaru
- Forex
- Crypto