Bank Indonesia perkirakan arus modal asing keluar berlanjut, tekanan pasar keuangan meningkat
Sentimen penghindaran risiko global yang menguat terus menekan pasar keuangan Indonesia dan mendorong keluarnya dana asing dari aset portofolio domestik. Bank Indonesia menilai kondisi ini masih berlanjut, meski pelemahan rupiah sejauh ini tetap terbatas dan cadangan devisa terjaga hingga akhir September 2026.
Sorotan
- Bank Indonesia memproyeksikan arus modal asing keluar dari pasar keuangan domestik berlanjut akibat sentimen risk-off global dan penguatan dolar U.S..
- Erwin Gunawan Hutapea menyebut tekanan eksternal yang belum mereda menyebabkan investor tetap memilih aset safe haven dan menekan pasar domestik.
- Rupiah quarter-to-date melemah 0,28 persen dengan cadangan devisa stabil di USD146,3 miliar per akhir September 2026, BI tetap intervensi menjaga nilai tukar.
Proyeksi BI dan kondisi pasar
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Bank Indonesia memperkirakan arus modal asing keluar dari pasar keuangan domestik masih berlanjut di tengah ketidakpastian global yang mendorong penguatan dolar U.S. dan menekan aset keuangan di dalam negeri. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan sentimen risk-off global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan arus modal di pasar domestik.Dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat, 16 Oktober 2026, Erwin menyebut arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan tetap berlanjut selama tekanan eksternal belum mereda. Kondisi itu mencerminkan preferensi investor terhadap aset yang dinilai lebih aman di tengah meningkatnya kehati-hatian pasar global.
Stabilitas rupiah dan langkah intervensi
Di tengah tekanan tersebut, BI menyatakan pelemahan rupiah masih relatif terbatas dan bergerak sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan. Secara quarter-to-date, rupiah melemah 0,28 persen, sementara cadangan devisa tetap terjaga di level USD146,3 miliar pada akhir September 2026.Bank sentral menegaskan akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap sesuai dengan fundamental perekonomian nasional. Langkah stabilisasi itu juga ditujukan untuk memastikan mekanisme pasar tetap berjalan dengan baik di tengah tekanan eksternal yang masih berlangsung.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang tekanan pada rupiah dan respons Bank Indonesia, kami mengulas bagaimana memburuknya sentimen risk-off global mendorong penguatan dolar AS dan arus modal keluar dari aset negara berkembang. Kami juga mencatat BI tetap konsisten melakukan intervensi agar pergerakan rupiah tetap terukur, sejalan dengan mata uang kawasan, dan mekanisme pasar berjalan baik di tengah lonjakan volatilitas global.
- Forex
- Crypto