Trade Expo Indonesia 2026 menjadi ajang bagi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia untuk memperluas akses pasar pelaku usaha berorientasi ekspor dan memperkuat kapasitas mereka menuju pasar global. Dukungan itu mencakup pembiayaan, penjaminan, perlindungan risiko, serta pelatihan bagi UKM yang menampilkan produk agrikultur bernilai tambah di ICE BSD pada 14-18 Oktober 2026.
Sorotan
- LPEI mengajak UKM peserta TEI 2026 dari sektor agrikultur bernilai tambah, produk bersertifikasi, dan mitra binaan untuk bertemu buyer internasional.
- Dukungan pembiayaan ekspor, pelatihan, dan sertifikasi dari LPEI membantu perusahaan seperti Sila Artisan Tea dan CV Bunga Palm memperluas pasar di U.S., Eropa, dan Timur Tengah.
- Ekosistem layanan LPEI melalui pembiayaan, asuransi ekspor, pelatihan berkelanjutan, dan penjaminan mempercepat akselerasi UKM naik kelas dan memperkuat basis eksportir nasional.
Dukungan pembiayaan dan promosi di TEI 2026
KONTAN Indonesia melaporkan partisipasi LPEI di TEI 2026 menjadi bagian dari mandat lembaga itu sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI untuk memperkuat kinerja ekspor nasional melalui dukungan finansial dan non-finansial bagi pelaku usaha. Dalam pameran ini, LPEI mengajak sejumlah debitur dan mitra binaan untuk mempromosikan produk unggulan mereka serta bertemu langsung dengan buyer internasional.Peserta yang dibawa LPEI dipilih dari komoditas agrikultur bernilai tambah, berkualitas, dan memiliki kemasan menarik, serta telah memenuhi sertifikasi seperti Halal, BPOM, hingga standar organik U.S. Salah satu pesertanya, Sila Artisan Tea dari Bogor, merupakan alumnus Coaching Program for New Exporter 2023 yang memproduksi teh artisan berbahan Camellia Sinensis premium dan rempah alami tanpa bahan pengawet atau pewangi sintetis.
Perusahaan itu menyatakan strategi bisnisnya juga berorientasi ESG dengan bermitra langsung dengan lebih dari 25 perkebunan teh dan komunitas petani di berbagai wilayah Indonesia. Operational & Business Director Sila Artisan Tea, Redha Taufik Ardias, mengatakan pembiayaan modal kerja ekspor dari LPEI membantu perusahaan memenuhi pesanan besar ketika buyer tidak memberikan uang muka dan baru membayar setelah barang tiba.
CV Bunga Palm dari Purbalingga, Jawa Tengah, juga mengikuti TEI 2026 sebagai mitra binaan LPEI dengan produk gula kelapa organik bubuk, cetak, cair, serta coconut aminos. Perusahaan yang bermitra dengan lebih dari 18.000 petani itu menilai bantuan pembiayaan LPEI mempercepat ekspansi kapasitas usaha, sementara pelatihan tambahan seperti standardisasi kemasan ekspor dan penyusunan laporan keuangan membantu kesiapan bisnisnya masuk pasar global.
Dampak bagi ekspansi pasar dan ekosistem ekspor
Minat pasar luar negeri tetap menjadi pendorong utama bagi para mitra binaan tersebut. Sila Artisan Tea saat ini sudah mengekspor ke U.S., Singapura, Turki, Austria, Jerman, Kanada, Malaysia, dan Jepang, serta membidik pasar Timur Tengah seperti UEA, Qatar, dan Arab Saudi.CV Bunga Palm melihat peluang besar untuk gula kelapa organik di U.S. dan Eropa, didukung tren konsumsi bahan pangan organik sebagai pengganti gula rafinasi. Perusahaan itu telah mengantongi sertifikasi USDA Organic, EU Organic, Halal, BPOM, HACCP, FDA, dan Kosher, serta sudah mengekspor ke berbagai negara termasuk Belanda, Rusia, Australia, Korea Selatan, India, dan Singapura, sambil menyasar ekspansi ke UK, Jerman, Kanada, dan China.
PT Agri Spice Indonesia yang berbasis di Klaten juga memanfaatkan TEI 2026 untuk menjaring pembeli potensial bagi rempah-rempah Indonesia di bawah merek Spicy Voyage. Perusahaan ini mengekspor pala, cengkeh, kayu manis, vanila, black pepper, dan komoditas lain ke Eropa, Afrika, Asia, Timur Tengah, serta U.S., sambil membidik penguatan pasar di Jerman, Belgia, Italia, dan Jepang.
LPEI menyatakan layanan kepada pelaku usaha diberikan melalui ekosistem yang mencakup fasilitas pembiayaan dan penjaminan ekspor, Trade Credit Insurance, Marine Cargo Insurance, serta program pelatihan berkelanjutan seperti CPNE. Skema dukungan yang terintegrasi ini diposisikan sebagai pendorong UKM naik kelas, memperluas basis eksportir nasional, dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika perdagangan global.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, kami mengulas target kunjungan dan nilai transaksi ekspor, serta besarnya partisipasi buyer internasional yang menegaskan TEI sebagai hub sourcing global. Kami juga menyoroti agenda penandatanganan nota kesepahaman dan dorongan pemerintah agar pelaku usaha memanfaatkan pameran untuk memperluas jejaring serta meningkatkan daya saing produk bernilai tambah di pasar global.
Berita LPS Terbaru
- Forex
- Crypto