BNI jaga risiko kredit KDMP saat eksposur ke Agrinas capai Rp45,8 triliun
Eksposur pembiayaan Bank Negara Indonesia kepada PT Agrinas Pangan Nusantara menjadi perhatian pasar setelah porsinya mencapai sebagian besar kredit korporasi perseroan per September 2026. BNI menyatakan risiko kredit program Koperasi Desa Merah Putih tetap terkendali, termasuk setelah bank menerima pembayaran angsuran pertama pada September 2026.
Sorotan
- BNI menyalurkan kredit Rp45,8 triliun ke Agrinas per September 2026, setara 65% dari total kredit korporasi Rp70 triliun.
- BNI mencatat pertumbuhan kredit 22,2% secara tahunan menjadi Rp992,5 triliun, dengan pangsa pasar naik menjadi 10,6% per Agustus 2026.
- Rasio kredit bermasalah BNI tetap terjaga di 1,94% meski eksposur besar ke program strategis seperti Koperasi Desa Merah Putih menjadi sorotan investor.
Struktur pembiayaan dan kendali risiko
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, nilai kredit yang disalurkan BNI kepada Agrinas mencapai Rp45,8 triliun per September 2026, setara 65% dari total kredit perseroan di segmen korporasi yang mencapai Rp70 triliun. Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan keresahan investor muncul pada kuartal lalu, terutama terkait risiko kredit dan kepastian pembayaran dari pemerintah.Ia menyatakan struktur kredit kepada Agrinas telah disusun secara tepat dan seluruh risiko terkait fasilitas tersebut dikelola dengan baik. Menurut Putrama, BNI juga telah menerima pembayaran angsuran pertama untuk kredit itu pada September 2026, meski perseroan tidak merinci nilai pembayaran yang diterima.
Ketepatan waktu pembayaran tersebut, menurut manajemen, menjadi indikasi bahwa program Koperasi Desa Merah Putih berjalan dengan baik dan profil risikonya tetap terjaga. Pernyataan itu disampaikan di tengah sorotan investor terhadap besarnya porsi pembiayaan Agrinas dalam portofolio korporasi bank.
Pertumbuhan kredit menopang pangsa pasar
BNI menyebut segmen korporasi tetap menjadi bisnis inti yang mendorong pertumbuhan penyaluran kredit. Dalam periode yang sama, total kredit perseroan tumbuh 22,2% secara tahunan menjadi Rp992,5 triliun.Pertumbuhan itu ikut mendongkrak pangsa pasar BNI menjadi 10,6% pada Agustus 2026, naik dari 9,5% pada Agustus 2025. Di saat yang sama, perseroan menegaskan ekspansi tidak hanya berfokus pada pertumbuhan volume, tetapi juga pada disiplin kualitas aset.
BNI mempertahankan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan di level 1,94%. Angka ini menunjukkan bank masih menjaga kualitas portofolio di tengah pembiayaan besar pada program strategis yang menjadi perhatian pelaku pasar.
Dalam liputan kami sebelumnya tentang wacana pengalihan penyaluran gaji ASN ke Koperasi Desa Merah Putih, kami mengulas kekhawatiran bahwa langkah ini dapat menggerus dana murah dan mengganggu ekosistem kredit pegawai di bank pembangunan daerah (BPD). Kami juga menyoroti risiko memburuknya arus kas dan kualitas pembiayaan BPD jika mekanisme autodebet cicilan kredit terganggu, serta munculnya usulan skema pembagian penyaluran gaji agar stabilitas perbankan daerah tetap terjaga.
Berita Company News Terbaru
- Forex
- Crypto