OJK percepat program akselerasi startup digital untuk inovasi jasa keuangan
Otoritas Jasa Keuangan memperluas pengembangan program akselerasi startup untuk mendorong inovasi jasa keuangan yang tepercaya, berkelanjutan, dan berdaya saing global di Indonesia. Langkah ini juga diarahkan untuk mempercepat ekonomi digital nasional melalui pendampingan, sandbox regulasi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Sorotan
- OJK mengumumkan dua program akselerasi pada 2026 yaitu OJK Fintech Startup Accelerator dan OJK Infinity Accelerator untuk mendorong inovasi jasa keuangan.
- Program akselerator bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta Kementerian Ekonomi Kreatif, dengan fokus pada AI, fraud detection, tokenisasi, Web3, NFT, dan ESG.
- Peserta program menerima pendampingan intensif seperti business diagnosis, market validation, dan mentoring, serta dipersiapkan menghadapi Demo Day untuk mempertemukan dengan investor dan regulator.
Skema akselerasi OJK pada 2026
Dalam siaran pers Otoritas Jasa Keuangan, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso mengatakan program akselerasi disiapkan untuk melahirkan startup yang tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Ia menyampaikan hal itu dalam Focus Group Discussion bertema “Accelerating the Next Generation of Innovators” di OJK Infinity, Jakarta, Kamis.Menurut Adi, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pemain utama ekonomi digital global karena didukung pasar domestik yang luas, talenta digital yang kreatif, dan ekosistem inovasi yang terus berkembang. Ia menekankan bahwa daya saing ekonomi digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan membangun kepercayaan publik.
OJK menyebut peran tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, sebagaimana telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 4 tahun 2026. Selain menjalankan fungsi pengaturan, pengawasan, dan pelindungan konsumen, lembaga itu juga mendorong pengembangan sektor jasa keuangan agar memberi kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Pada 2026, OJK menjalankan dua program akselerasi sebagai bagian dari innovation pipeline, mulai dari tahap ide, pendampingan, regulatory sandbox, hingga implementasi. Program pertama, OJK Fintech Startup Accelerator, digelar bersama Kementerian Komunikasi dan Digital dengan fokus pada inovasi seperti artificial intelligence, fraud detection, embedded finance, tokenisasi aset dunia nyata, platform koperasi digital, dan solusi ESG.
Program kedua, OJK Infinity Accelerator, dijalankan bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif dengan fokus pada inovasi berbasis kekayaan intelektual. Cakupannya meliputi tokenisasi kekayaan intelektual, pemanfaatan Web3, Non-Fungible Token, digital licensing, dan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual untuk mendukung industri ekonomi kreatif nasional.
Dampak bagi ekosistem digital Indonesia
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah mengatakan transformasi dan adaptasi terhadap teknologi digital menjadi prasyarat untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing Indonesia di tingkat global. Menurutnya, perekonomian ke depan makin digerakkan oleh pertukaran data, sehingga teknologi digital menjadi fondasi penting bagi daya saing nasional.Melalui dua program tersebut, peserta memperoleh pendampingan yang mencakup business diagnosis, market validation, product strategy, financial modelling, regulatory clinic, dan mentoring. OJK menyatakan seluruh peserta kini telah memasuki tahap mentoring intensif sebagai persiapan menuju Demo Day.
Forum FGD yang menjadi bagian dari rangkaian program itu mempertemukan startup peserta dengan regulator, investor, asosiasi, akademisi, dan praktisi industri untuk berbagi perspektif tentang strategi membangun perusahaan yang bertumbuh, berkelanjutan, dan berdampak. OJK berharap kolaborasi yang lebih erat antarpemangku kepentingan dapat menjadi fondasi lahirnya startup Indonesia yang sehat secara tata kelola, patuh pada ketentuan, dan mampu bersaing secara global.
Penguatan pengawasan perbankan OJK menjadi sorotan dalam ulasan kami sebelumnya, menyusul meningkatnya kasus yang memicu kebutuhan pengendalian internal dan strategi anti-fraud yang lebih ketat. Dalam artikel tersebut, kami menyoroti pendekatan pengawasan yang lebih proaktif berbasis risiko, pemanfaatan teknologi untuk deteksi fraud, serta penekanan pada three lines of defense dan kewajiban pelaporan melalui Sipelaku sesuai POJK 12/2024.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto