OJK menilai stabilitas sistem keuangan RI menopang agenda ekonomi pemerintahan Prabowo-Gibran

OJK menilai stabilitas sistem keuangan RI menopang agenda ekonomi pemerintahan Prabowo-Gibran
Stabilitas keuangan RI kuat

Di tengah tekanan geopolitik global dan volatilitas arus modal asing, Otoritas Jasa Keuangan menilai stabilitas sistem keuangan nasional tetap berada di jalur yang mendukung penguatan pertumbuhan ekonomi pada tahun kedua pemerintahan Prabowo-Gibran. Fondasi sektor jasa keuangan yang dinilai solid juga disebut menjadi jangkar penting bagi ketahanan pasar modal dan agenda pembangunan ekonomi pemerintah.

Sorotan

  • OJK menilai stabilitas sistem keuangan nasional tetap kokoh dan sinergi lintas lembaga terus diperkuat demi menopang ekonomi Indonesia.
  • OJK, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan LPS bersinergi dalam KSSK menjaga stabilitas perbankan dan pasar modal selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
  • OJK menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap sangat baik di tengah tekanan geopolitik global dan fluktuasi arus modal asing.

Penilaian OJK dan koordinasi antarotoritas

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan stabilitas sistem keuangan nasional tetap kokoh, dengan OJK terus memperkuat sinergi lintas lembaga agar sektor keuangan menopang pembangunan ekonomi.

Dalam keterangannya di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (19/10/2026), Friderica mengatakan banyak perkembangan dan program yang berjalan dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menambahkan OJK bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan terus bersinergi dalam forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan, atau KSSK, untuk menjaga stabilitas perbankan dan pasar modal.

Menurut dia, tugas otoritas adalah memastikan sektor keuangan makin berkontribusi terhadap pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penekanan itu menempatkan stabilitas sektor jasa keuangan sebagai bagian dari dukungan kebijakan yang lebih luas terhadap target ekonomi pemerintah.

Daya tahan domestik di tengah tekanan global

OJK memandang ketahanan finansial domestik pada tahun kedua masa pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai modal penting ketika konflik geopolitik mancanegara meningkat dan arus modal asing bergerak fluktuatif. Regulator menilai tekanan eksternal tersebut merupakan tantangan yang juga dihadapi banyak negara, sehingga tidak dengan sendirinya mengubah kekuatan dasar ekonomi Indonesia.

Friderica mengatakan tantangan global membawa tekanan geopolitik yang sangat besar, namun kondisi itu tidak hanya terjadi di Indonesia. Menurut dia, di tengah situasi tersebut, fundamental ekonomi Indonesia tetap sangat baik dan solid, sehingga menjadi penopang utama bagi ketahanan sistem keuangan nasional.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang POJK Nomor 17 Tahun 2026 mengenai rencana bisnis bank umum, kami mengulas langkah OJK memperketat kerangka penyusunan rencana bisnis agar lebih realistis, berbasis risiko, dan adaptif terhadap transformasi digital. Aturan ini memperluas detail pelaporan serta evaluasi melalui sistem OJK, sehingga pengawasan menjadi lebih komprehensif dan forward-looking untuk mendukung perbankan yang sehat dan stabil.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.