OJK tegaskan komentar Prabowo ke MSCI sejalan dengan reformasi pasar modal Indonesia
Otoritas Jasa Keuangan menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait MSCI muncul di tengah upaya pemerintah memperkuat kredibilitas pasar modal domestik. OJK menyebut arah kebijakan yang dijalankan tetap berfokus pada integritas, transparansi, dan likuiditas untuk menarik investasi jangka panjang.
Sorotan
- Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan reformasi pasar modal Indonesia berjalan sesuai arahan presiden sejak Januari dan tidak ditujukan menantang MSCI.
- Perbaikan pasar modal fokus pada integritas, transparansi, dan likuiditas, dengan Bursa Efek Indonesia aktif berkomunikasi dengan MSCI guna memperkuat kredibilitas di mata investor.
- OJK melaporkan perkembangan emiten kuartal kedua 2026 kepada Prabowo, menandai pemantauan pemerintah terhadap pasar dan pentingnya persepsi positif investor terhadap stabilitas regulasi.
Penjelasan OJK soal sikap terhadap MSCI
Seperti dilaporkan Kompas.com, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pernyataan Prabowo bahwa Indonesia tidak takut kepada Morgan Stanley Capital International, atau MSCI, bukan ditujukan untuk menantang penyedia indeks pasar saham asal U.S. tersebut. Ia menyatakan pemerintah justru terus mendorong reformasi pasar modal agar semakin kredibel di mata investor.Menurut Friderica, Bursa Efek Indonesia juga sudah membangun komunikasi dengan MSCI. Ia menegaskan perbaikan pasar modal dilakukan bukan karena satu penyedia indeks global tertentu, melainkan sebagai bagian dari agenda pembenahan yang sudah berjalan sejak Januari atas arahan presiden.
Friderica mengatakan fokus perbaikan itu mencakup integritas, transparansi, dan likuiditas. Ia menambahkan pasar modal Indonesia pada dasarnya berada dalam kondisi yang cukup baik jika dibandingkan dengan negara lain, sambil tetap melanjutkan langkah pembenahan untuk menjadikan pasar domestik sebagai tempat investasi jangka panjang bagi masyarakat Indonesia.
Dampak bagi pasar dan agenda pemerintah
Friderica juga menyampaikan bahwa OJK telah melaporkan kepada Prabowo perkembangan emiten pada kuartal kedua 2026, termasuk struktur pasar modal Indonesia dan perkembangan terkini lainnya. Laporan itu menjadi bagian dari pemantauan pemerintah terhadap kondisi pasar dan arah reformasi sektor keuangan.Sebelumnya, Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026, mengatakan Indonesia sedang ditakut-takuti oleh MSCI dan menegaskan bahwa Indonesia tidak takut terhadap siapa pun. Ia juga menyatakan pemerintah tetap menghadapi berbagai tantangan, namun tidak akan gentar dalam menjalankan agenda kebijakan.
Bagi industri pasar modal, penegasan OJK ini mengisyaratkan bahwa pemerintah ingin menjaga komunikasi dengan pelaku indeks global sambil mempertahankan agenda reformasi domestik. Pendekatan tersebut penting bagi persepsi investor terhadap stabilitas regulasi, kualitas emiten, dan prospek likuiditas pasar saham Indonesia.
Pelemahan tajam IHSG sepanjang kuartal III-2026 menambah tekanan pada prospek bisnis perusahaan sekuritas, karena turunnya harga saham, nilai transaksi, dan minat investor berisiko memangkas pendapatan komisi. Dalam ulasan kami sebelumnya, kondisi ini juga dinilai dapat menekan margin trading serta mendorong penundaan IPO dan penerbitan obligasi hingga pasar kembali kondusif, sehingga pelaku industri perlu memperkuat edukasi investor dan diversifikasi produk untuk bertahan di tengah volatilitas.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto