OJK perkuat kebijakan berbasis riset untuk dorong pertumbuhan sektor keuangan Indonesia
Otoritas Jasa Keuangan meningkatkan pemanfaatan riset berbasis bukti dalam perumusan kebijakan untuk mendukung sektor jasa keuangan yang produktif, inklusif, dan tangguh. Fokus itu menjadi sorotan utama The 4th OJK International Research Forum 2026 di Jakarta pada 26-27 Oktober, ketika regulator mendorong keterkaitan lebih kuat antara penelitian, kebutuhan industri, dan agenda pertumbuhan ekonomi nasional.
Sorotan
- OJK menggelar forum riset internasional keempat di Jakarta dengan 425 peserta luring dan 4.558 daring untuk memperkuat landasan kebijakan sektor keuangan.
- OJK menekankan pendalaman pasar keuangan, inovasi, dan konektivitas digital sebagai fondasi peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, khususnya pembiayaan UMKM.
- Tiga agenda strategis utama OJK—pengembangan keuangan syariah, pembiayaan UMKM, dan keuangan berkelanjutan—memerlukan dukungan riset berkualitas dan kolaborasi lintas regulator, industri, serta akademisi.
Forum riset jadi landasan kebijakan
Sebagaimana disampaikan Otoritas Jasa Keuangan dalam siaran persnya, forum riset internasional keempat OJK mempertemukan akademisi, regulator, pemerintah, dan pelaku industri jasa keuangan untuk memperkuat hubungan antara hasil penelitian dan perumusan kebijakan sektor keuangan.Kegiatan di Jakarta itu diikuti 425 peserta secara luring dan 4.558 peserta secara daring. Tema yang diangkat adalah transformasi keuangan untuk pertumbuhan yang tangguh, dengan penekanan pada pembangunan ekosistem keuangan yang produktif bagi masa depan Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam pembukaan forum pada Senin, 26 Oktober, menekankan pentingnya memastikan hasil penelitian memberi kontribusi konkret bagi pengembangan sektor jasa keuangan. Ia mengatakan diskusi dua hari tersebut diharapkan tidak berhenti pada gagasan, melainkan menghasilkan masukan yang dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan tindakan, yang kemudian dirangkum OJK Institute sebagai bahan agenda riset OJK.
Dampak bagi pembiayaan dan pertumbuhan nasional
OJK memandang pendalaman pasar keuangan, inovasi, dan konektivitas digital sebagai fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas dan menopang pertumbuhan ekonomi. Dalam pandangan regulator, upaya mendorong ekonomi nasional tidak dapat hanya bergantung pada sektor perbankan, tetapi juga memerlukan kontribusi pasar modal dan sektor jasa keuangan lain untuk memperluas sumber pembiayaan, termasuk bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.Friderica juga menyoroti tiga agenda strategis yang memerlukan dukungan riset berkualitas, yakni pengembangan keuangan syariah, pembiayaan UMKM, dan keuangan berkelanjutan. Menurut OJK, ketiga area tersebut membutuhkan kolaborasi antara regulator, industri, dan akademisi, sekaligus penguatan kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.
Regulator menambahkan bahwa ruang bagi berbagai masukan tetap dibuka untuk mendukung penyempurnaan kebijakan sektor jasa keuangan. Pendekatan itu menunjukkan riset diposisikan tidak hanya sebagai bahan kajian, tetapi juga sebagai dasar operasional bagi arah kebijakan dan penguatan ekosistem pembiayaan nasional.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang forum keuangan syariah di Bangkok, kami mengulas dorongan penguatan peran keuangan syariah melalui integrasi pasar syariah ASEAN untuk memperluas akses layanan yang inklusif. Artikel itu juga menyoroti potensi instrumen seperti sukuk, musyarakah, dan mudharabah untuk memobilisasi pembiayaan transisi—mulai dari energi terbarukan dan infrastruktur hingga UMKM—serta rekomendasi kebijakan yang dirangkum dalam Bangkok Policy Note.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto