Anastasiia Chabaniuk

BNPB jalankan konsolidasi internal 100 hari untuk perkuat tata kelola dan kesiapsiagaan

BNPB jalankan konsolidasi internal 100 hari untuk perkuat tata kelola dan kesiapsiagaan
BNPB konsolidasi 100 hari

BNPB menyiapkan program konsolidasi internal selama 100 hari di tengah sorotan atas dugaan konflik kepentingan dalam pengelolaan Dana Siap Pakai. Program ini mencakup pembenahan pengadaan dan anggaran, kesiapan menghadapi puncak musim hujan Desember hingga Februari, serta integrasi data transparansi yang bisa dipantau publik.

Sorotan

  • BNPB meluncurkan program konsolidasi internal 100 hari pasca-OTT KPK, dengan fokus agenda Bersih, Siaga, dan Terhubung untuk memperbaiki tata kelola.
  • BNPB mengembangkan dasbor transparansi dan integrasi sistem guna memudahkan pemantauan publik terhadap penggunaan dana serta pengelolaan aset dan kehadiran.
  • BNPB mempersiapkan langkah antisipasi bencana menjelang puncak musim hujan Desember–Februari, termasuk distribusi peralatan ke daerah rawan dan pengujian perlengkapan.

Fokus pembenahan tata kelola dan sistem

Seperti dilaporkan Kompas.com, Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan konsolidasi internal ini dijalankan setelah operasi tangkap tangan KPK pada 13 Oktober terkait dugaan konflik kepentingan pada paket Dana Siap Pakai. Dalam siaran pers yang dikutip Sabtu (30/10/2026), ia menyebut program 100 hari itu bertumpu pada tiga agenda utama, yaitu Bersih, Siaga, dan Terhubung.

Melalui agenda Bersih, BNPB mengevaluasi tata kelola pengadaan, penggunaan anggaran, dan pemeriksaan pertanggungjawaban secara menyeluruh. Penertiban mekanisme kerja juga diterapkan agar sistem internal lembaga menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Untuk agenda Terhubung, BNPB mengembangkan dasbor Kepala BNPB dengan mengintegrasikan sistem yang sudah tersedia tanpa membuat aplikasi baru. Dasbor tersebut menampilkan data kehadiran, aset, status bencana, dan kolaborasi secara terpusat, sementara dasbor transparansi disiapkan agar masyarakat dapat memantau penggunaan dana secara langsung.

Dampak pada kesiapsiagaan bencana dan pengawasan publik

Dalam agenda Siaga, BNPB menyiapkan langkah antisipasi menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada Desember hingga Februari. Peralatan penanggulangan bencana seperti pompa, perahu, dan genset akan dikeluarkan dari gudang BNPB dan BPBD untuk diuji coba, dicatat kondisinya, lalu digeser ke kabupaten rawan sebelum puncak musim.

Kristomei mengatakan program 100 hari ini menegaskan pentingnya penataan belanja dana darurat agar benar-benar bersih dan terbuka. Menurutnya, pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat ialah setiap rupiah dana darurat kini dapat diperiksa, sambil memastikan respons kebencanaan tetap berjalan.

Di sisi penegakan hukum, KPK pada Jumat (30/10/2026) memanggil Nera Susanto, adik mantan Kepala BNPB Suharyanto, sebagai saksi dalam perkara dugaan dana siap pakai kebencanaan di lingkungan BNPB. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo juga mengatakan beberapa saksi lain turut dipanggil dalam kasus yang sama.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kemungkinan pergantian Sestama BNPB Rustian pasca OTT KPK, kami mengulas langkah awal Kepala BNPB Kristomei Sianturi dalam konsolidasi internal sambil menegaskan tidak ada intervensi terhadap proses hukum. Kami juga menyoroti penetapan tersangka dalam dugaan penyalahgunaan dana siap pakai kebencanaan serta tekanan kasus tersebut terhadap penguatan pengawasan dan tata kelola penyaluran dana darurat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.