GP Ansor laporkan pemanfaatan bantuan Kementan untuk dukung swasembada pangan berkelanjutan
Pemanfaatan bantuan pertanian pemerintah di tingkat desa disebut mulai mendorong aktivitas usaha tani dan perputaran ekonomi pedesaan. GP Ansor menyatakan dukungan ini mencakup alsintan, benih unggul, dan penguatan kerja sama ekonomi yang kini diarahkan untuk menjaga swasembada pangan nasional tetap berkelanjutan.
Sorotan
- GP Ansor melaporkan kepada Menteri Pertanian bahwa bantuan Kementan berupa traktor, combine harvester, dan benih telah digunakan secara produktif hingga ke tingkat desa pada 15 Juni 2026.
- Implementasi bantuan alsintan dan benih mempercepat pengolahan lahan, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi di wilayah pedesaan.
- GP Ansor menyatakan kesiapan memperluas partisipasi kader ke sektor hilirisasi, hortikultura, dan perkebunan strategis, mengakselerasi transfer inovasi untuk mendukung swasembada pangan nasional.
Pemanfaatan bantuan dan agenda penguatan desa
Seperti disampaikan Kementerian Pertanian Indonesia, GP Ansor melaporkan bahwa bantuan yang diterima dari Kementan telah digunakan secara produktif, mulai dari traktor, combine harvester, hingga benih hortikultura. Laporan itu disampaikan saat Ketua Umum GP Ansor Adin Jauharudin bertemu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kantor pusat Kementan pada Senin, 15 Juni 2026.Adin mengatakan pemanfaatan bantuan tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi di pedesaan. Ia menilai aktivitas pertanian yang tumbuh di desa ikut memperkuat sektor pertanian rakyat dan memberi manfaat langsung bagi kader serta masyarakat sekitar.
Kasatkornas Banser Syafiq Sauqi menambahkan bantuan alsintan dan benih telah menjangkau kader Ansor hingga tingkat desa. Menurutnya, dukungan itu membantu mempercepat pengolahan lahan, meningkatkan efisiensi usaha tani, dan memperkuat kegiatan ketahanan pangan di daerah.
Dampak bagi swasembada dan sektor pertanian
GP Ansor menyatakan siap memperluas keterlibatan kader dalam program pertanian berikutnya, termasuk hilirisasi, hortikultura, dan perkebunan komoditas strategis seperti kopi, cokelat, kelapa, dan tebu. Organisasi itu juga mendorong kader desa untuk berkembang menjadi penggerak sekaligus penyuluh pertanian agar transfer pengetahuan dan inovasi bisa menjangkau masyarakat akar rumput.Menurut Adin, capaian swasembada pangan yang dinilai telah mulai dibuktikan pemerintah perlu dijaga melalui kolaborasi yang lebih luas dengan organisasi masyarakat dan kepemudaan. Syafiq juga mengatakan petani di lapangan merasakan manfaat dari harga gabah yang terjaga, ketersediaan pupuk, dan akses benih yang lebih baik, yang pada gilirannya meningkatkan semangat produksi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi atas pemanfaatan bantuan pemerintah yang dinilai berjalan efektif. Ia menekankan keberhasilan program pertanian bergantung pada keterlibatan aktif berbagai elemen bangsa yang memiliki jaringan kuat hingga desa.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, kami mencatat realisasi KUR mencapai Rp 84,36 triliun hingga akhir Mei 2026 atau sekitar 46,87% dari kuota tahunan. Porsi terbesar mengalir ke sektor produktif, dengan pertanian sebagai penyerap utama (Rp 35,91 triliun), yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas petani, memperkuat ketahanan pangan, dan memperluas akses pembiayaan UMKM di daerah.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto