Indodax dorong edukasi kripto di Indonesia

Indodax dorong edukasi kripto di Indonesia
Indodax edukasi kripto Indonesia

Indodax menyatakan edukasi aset kripto menjadi bagian penting dari penguatan investasi digital di Indonesia, ketika kepercayaan publik terhadap layanan keuangan terus meningkat. Dalam keterangannya pada Rabu, 1 April 2026, Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan pemahaman yang lebih baik diperlukan agar masyarakat menerapkan manajemen risiko secara disiplin dan membuat keputusan investasi yang lebih bijak. Pernyataan itu muncul saat industri kripto nasional masih bergerak di tengah fluktuasi harga aset digital global dan perubahan nilai transaksi domestik pada awal tahun ini.

Sorotan

  • Nilai transaksi aset kripto di Indonesia turun 10,53 persen secara bulanan menjadi Rp29,24 triliun pada Januari 2026 menurut OJK.
  • Indodax memperkuat ekosistem kripto melalui edukasi di Indodax Academy, pengembangan fitur, dan peningkatan keamanan bagi 9,8 juta pengguna.
  • Perusahaan meraih dua Most Trusted Financial Brand Awards 2026, menegaskan pentingnya kepercayaan, literasi, dan perlindungan investor untuk pertumbuhan industri kripto nasional.

Strategi edukasi dan penguatan layanan Indodax

Perusahaan menempatkan literasi sebagai fondasi pengembangan industri kripto, sekaligus sebagai cara memperluas pemahaman publik atas instrumen investasi digital. Upaya tersebut dijalankan melalui Indodax Academy, kanal edukasi yang memuat materi mengenai blockchain, Bitcoin, mining, dan berbagai aset kripto lain. Indodax juga terus memperkuat posisinya lewat pengembangan fitur, peningkatan sistem keamanan, serta kolaborasi dengan mitra di sektor keuangan digital untuk menjaga keandalan layanan dan perlindungan member.

Dengan lebih dari 9,8 juta pengguna, Indodax menyebut konsisten mendorong literasi aset digital dan teknologi blockchain sejak berdiri pada 2014. Perusahaan ini juga meraih dua penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026. Menurut Aloysia, capaian tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk menjaga kepercayaan publik melalui penguatan keamanan, peningkatan kualitas layanan, dan pengembangan ekosistem kripto yang sehat serta berkelanjutan di Indonesia.

Data transaksi Januari 2026 dan implikasi pasar

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan melalui Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK Hasan Fawzi sebelumnya menyampaikan nilai transaksi aset kripto mencapai Rp29,24 triliun sepanjang Januari 2026. Nilai tersebut turun 10,53 persen secara bulanan dibandingkan Desember 2025 yang sebesar Rp32,68 triliun. Pada periode yang sama, nilai transaksi derivatif aset keuangan digital juga turun 6,88 persen secara bulanan menjadi Rp8,01 triliun.

Hasan menyatakan penurunan itu sejalan dengan tren pelemahan harga sejumlah aset kripto utama di pasar global. Kondisi tersebut menempatkan edukasi investor sebagai faktor penting agar partisipasi masyarakat di pasar kripto disertai pemahaman risiko yang memadai. Bagi industri aset digital Indonesia, kombinasi antara literasi, keamanan platform, dan pengawasan pasar menjadi penopang utama untuk menjaga kepercayaan dan keberlanjutan pertumbuhan sektor ini.

Sebelumnya, kami melaporkan kebijakan Bursa Efek Indonesia yang menaikkan ambang minimum free float emiten dari 7,5% menjadi 15% sebagai bagian dari rencana aksi reformasi pasar modal. Aturan ini disertai skema transisi bertahap hingga 2029 dan ketentuan tiering untuk IPO, dengan fokus pada peningkatan likuiditas, tata kelola, serta perlindungan investor.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.