Indonesia targetkan produksi massal sedan listrik pada 2028
Presiden Prabowo Subianto mengatakan saat peresmian pabrik bus dan truk listrik PT Vektor Sakti Industri di Magelang, Jawa Tengah, bahwa pemerintah menargetkan produksi massal sedan listrik pada 2028 dan sedang membentuk perusahaan untuk merealisasikan rencana tersebut. Pernyataan itu menempatkan proyek sedan listrik sebagai lanjutan dari pengembangan industri kendaraan listrik nasional yang kini juga mencakup bus dan truk. Target tersebut disampaikan di tengah dorongan pemerintah untuk memperbesar kapasitas manufaktur domestik dan memperluas penggunaan komponen dalam negeri.
Sorotan
- Indonesia menargetkan produksi massal sedan listrik pada 2028 melalui pembentukan perusahaan baru dan penguatan kapasitas industri lokal.
- PT VKTR kini memproduksi 10.000 unit bus listrik per tahun dengan TKDN 40 persen, ditargetkan naik menjadi 60 persen dalam dua tahun ke depan dan 80 persen dua tahun sesudahnya.
- Penutupan 13 pembangkit listrik tenaga diesel PLN dan program elektrifikasi 100 gigawatt dalam dua tahun mendukung transisi menuju ekosistem otomotif berbasis energi terbarukan dan mendorong investasi manufaktur domestik.
Rencana produksi sedan dan penguatan kapasitas industri
Prabowo menyatakan Indonesia memiliki kapasitas besar untuk memproduksi kendaraan listrik dalam skala lebih luas. Ia mengatakan perusahaan yang akan memproduksi sedan listrik segera dibentuk sebagai bagian dari persiapan menuju target 2028. Dalam acara yang sama, ia menilai keberadaan PT VKTR dapat membantu meningkatkan volume produksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri melalui konsep kerja sama badan usaha.
Menurut laporan yang diterimanya, Vektor mampu memproduksi 10.000 unit bus listrik dengan tingkat komponen dalam negeri sebesar 40 persen. Prabowo mengatakan porsi TKDN itu diperkirakan naik menjadi 60 persen dalam sekitar dua tahun, lalu menuju 80 persen dua tahun setelahnya. Ia menyebut perkembangan tersebut sebagai capaian yang membanggakan karena industri bus dan truk listrik sudah mulai terbentuk.
Dampak pada transisi energi dan agenda elektrifikasi
Prabowo menegaskan produksi kendaraan listrik sejalan dengan misi Indonesia untuk menerapkan energi bersih dan energi terbarukan. Ia menggambarkan transformasi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik sebagai bagian dari arah kebijakan energi nasional. Dalam konteks itu, pengembangan sedan listrik diposisikan sebagai pelengkap bagi ekspansi kendaraan listrik komersial yang sudah berjalan.
Ia juga mengatakan Indonesia mencanangkan program elektrifikasi 100 gigawatt dalam dua tahun. Menurut Prabowo, pemerintah tidak menginginkan lagi penggunaan pembangkit listrik berbasis diesel dan solar di masa depan. Ia menambahkan 13 pembangkit listrik tenaga diesel di PLN akan ditutup sebagai bagian dari peralihan tersebut.
Implikasi bagi sektor otomotif dan manufaktur domestik
Target produksi sedan listrik memberi sinyal bahwa pemerintah ingin memperluas rantai nilai industri kendaraan listrik dari segmen angkutan massal ke kendaraan penumpang. Bagi sektor otomotif, langkah ini dapat mendorong investasi baru pada perakitan, komponen, dan pengembangan pemasok lokal. Kenaikan target TKDN yang disampaikan Prabowo juga menunjukkan fokus pada penguatan basis manufaktur dalam negeri, bukan hanya peningkatan volume produksi.
Jika pembentukan perusahaan dan pengembangan kapasitas berjalan sesuai rencana, Indonesia berpeluang memperdalam integrasi industri kendaraan listrik dengan agenda hilirisasi dan transisi energi. Namun, pencapaian target 2028 akan bergantung pada kesiapan investasi, pasokan komponen, dan eksekusi proyek dalam beberapa tahun ke depan. Pernyataan pemerintah saat ini memperlihatkan bahwa kendaraan listrik tetap menjadi salah satu sektor prioritas dalam strategi industri nasional.
Kami sebelumnya melaporkan keputusan pemerintah menahan kenaikan harga BBM dan mempertahankan BBM bersubsidi hingga setidaknya akhir 2026 untuk melindungi daya beli serta menjaga stabilitas energi. Dalam laporan itu, pemerintah juga menyoroti risiko pasokan—termasuk ketergantungan impor LPG dan upaya mempercepat RDMP—serta penguatan pengawasan distribusi agar subsidi tepat sasaran.
Berita Hyundai Terbaru
- Forex
- Crypto