OJK dorong reformasi pasar saham Indonesia untuk standar global

OJK dorong reformasi pasar saham Indonesia untuk standar global
OJK reformasi bursa saham

Dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah RI pada Selasa, Otoritas Jasa Keuangan menyatakan pasar saham Indonesia kini makin transparan dan lebih selaras dengan standar institusi global. OJK menilai serangkaian aturan baru sudah menjawab kekhawatiran pelaku pasar, termasuk penyedia indeks global, di tengah upaya memperkuat daya saing bursa domestik. Pernyataan itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi di Jakarta pada 14 April 2026.

Sorotan

  • OJK dan Kustodian Sentral Efek Indonesia mulai 3 Maret 2026 mengumumkan data pemegang saham di atas 1 persen secara bulanan lewat website Bursa Efek Indonesia.
  • Mulai 31 Maret 2026, batas minimum free float saham di Bursa Efek Indonesia naik dari 7,5 persen menjadi 15 persen untuk meningkatkan likuiditas dan mengurangi dominasi kepemilikan.
  • Kebijakan high shareholding concentration (HSC) berlaku 2 April 2026 sebagai peringatan dini risiko saham berkonsentrasi tinggi, meningkatkan transparansi dan pengawasan pasar.

Perubahan aturan kepemilikan dan klasifikasi investor

Salah satu langkah yang disorot adalah pembukaan identitas pemegang saham besar kepada publik. Melalui kerja sama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia, data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen kini diumumkan setiap bulan melalui situs Bursa Efek Indonesia sejak 3 Maret 2026. Kebijakan ini memberi investor gambaran yang lebih jelas mengenai pihak yang memiliki pengaruh signifikan pada emiten.

OJK juga memberlakukan klasifikasi investor yang lebih rinci mulai 1 April 2026. Skema baru itu disusun bersama pelaku pasar, termasuk anggota bursa dan bank kustodian, untuk meningkatkan ketepatan pembacaan struktur investor. Dengan rincian data yang lebih dalam, pelaku pasar diharapkan dapat menilai komposisi investor secara lebih akurat.

Selain itu, OJK bersama Bursa Efek Indonesia menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Ketentuan tersebut efektif berlaku sejak 31 Maret 2026. OJK menyebut langkah ini ditujukan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan sekaligus mengurangi dominasi kepemilikan oleh segelintir pihak.

Dampak bagi likuiditas dan kepercayaan investor

Friderica juga mengumumkan kebijakan high shareholding concentration, atau HSC, yang berlaku sejak 2 April 2026. Kebijakan ini berfungsi sebagai sinyal peringatan dini bagi investor terhadap potensi risiko pada saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi. Dengan tambahan penanda risiko tersebut, transparansi pasar diharapkan meningkat pada level pengawasan maupun pengambilan keputusan investasi.

Rangkaian kebijakan itu menunjukkan fokus regulator pada perbaikan struktur pasar, bukan hanya pada aktivitas perdagangan harian. Pembukaan data kepemilikan, klasifikasi investor yang lebih detail, serta kenaikan free float mengarah pada pasar yang lebih terbuka dan likuid. Dalam konteks persaingan regional dan global, langkah tersebut dapat memperkuat persepsi tata kelola pasar modal Indonesia di mata investor institusi.

Upaya ini juga menandai respons regulator terhadap perhatian dari pemangku kepentingan internasional. Dengan aturan yang makin sejalan dengan praktik global, pasar saham Indonesia berupaya memperluas kredibilitasnya di hadapan penyedia indeks dan investor asing. Bagi emiten, perubahan ini berpotensi mendorong struktur kepemilikan yang lebih sehat dan visibilitas yang lebih tinggi di pasar.

Kami sebelumnya melaporkan dukungan Rusia terhadap proses masuk Indonesia ke BRICS, yang disampaikan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di Kremlin. Laporan tersebut menyoroti bahwa keanggotaan BRICS membuka akses Indonesia ke forum strategis ekonomi, politik, dan keamanan, sekaligus memperluas peluang kerja sama bilateral, terutama pada perdagangan dan investasi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.