IHSG dibuka menguat, lalu berbalik melemah pada awal perdagangan Jakarta

IHSG dibuka menguat, lalu berbalik melemah pada awal perdagangan Jakarta
IHSG berbalik melemah

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Senin, 20 April 2026, dimulai dengan penguatan sebelum berbalik ke zona merah beberapa menit setelah pembukaan. Pergerakan awal ini terjadi di tengah nilai transaksi Rp1,3 triliun dan pelemahan pada sejumlah indeks acuan utama, termasuk LQ45, JII, dan IDX30.

Sorotan

  • IHSG sempat naik 0,39% ke 7.663,40 saat pembukaan lalu berbalik melemah 0,05% ke 7.630 pada awal sesi perdagangan.
  • Indeks utama LQ45 turun 0,13% ke 757, JII turun 0,04% ke 530, sedangkan MNC36 naik 0,09% ke 316 dan IDX30 melemah 0,15% ke 402.
  • Sektor konsumer non-siklikal, infrastruktur, properti, transportasi, dan kesehatan menguat, sementara energi, keuangan, dan teknologi melemah di awal perdagangan.

Pergerakan awal indeks dan sektor

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG sempat naik 0,39% ke level 7.663,40 saat pembukaan perdagangan. Namun beberapa menit kemudian, indeks berbalik melemah 0,05% ke level 7.630, dengan 269 saham menguat, 288 saham melemah, dan 402 saham lainnya stagnan.

Pada perdagangan awal, volume transaksi mencapai 2,9 miliar lembar saham. Di kelompok indeks utama, LQ45 melemah 0,13% ke 757, JII turun 0,04% ke 530, MNC36 naik 0,09% ke 316, sedangkan IDX30 melemah 0,15% ke 402.

Secara sektoral, saham yang berada di zona hijau mencakup konsumer non-siklikal, infrastruktur, properti, transportasi, dan kesehatan. Sementara itu, sektor energi, konsumer siklikal, keuangan, bahan baku, industri, dan teknologi bergerak melemah.

Saham penggerak dan gambaran pasar

Tiga saham yang masuk jajaran top gainers pada awal perdagangan adalah PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI), PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR). Di sisi lain, top losers ditempati PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT City Retail Developments Tbk (NIRO), dan PT Panca Anugrah Wisena Tbk (MGLV).

Komposisi pergerakan saham yang relatif berimbang antara penguatan dan pelemahan menunjukkan pasar masih mencari arah pada sesi pagi. Kondisi ini menandakan sentimen di bursa domestik belum merata, meski beberapa sektor defensif dan terkait layanan dasar masih mampu bertahan di zona hijau.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang pergerakan BEI pada 13–17 April 2026, IHSG menguat 2,35% dan perhatian pasar tertuju pada lonjakan tajam saham lapis kecil. DEFI dan WBSA bahkan melesat lebih dari 200% dalam sepekan, sementara beberapa emiten lain seperti BAPA, MLPT, dan NIRO juga masuk daftar penguat utama. Kami juga menekankan bahwa reli cepat seperti ini mencerminkan minat perdagangan tinggi, tetapi disertai volatilitas dan risiko perubahan harga yang cepat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.