BRI perluas pembiayaan hijau menjadi Rp 93,2 triliun, perkuat strategi keuangan berkelanjutan
Dorongan bank-bank besar untuk menautkan pertumbuhan bisnis dengan target sosial dan lingkungan semakin menguat di Indonesia. BRI menyatakan integrasi keuangan berkelanjutan menjadi bagian dari strategi jangka panjangnya, dengan pembiayaan hijau mencapai Rp 93,2 triliun hingga akhir 2025.
Sorotan
- BRI menyalurkan pembiayaan ke Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan mencapai Rp 93,2 triliun atau 6,94% dari portofolio kredit hingga akhir 2025.
- BRI menerbitkan social bond senilai Rp 5 triliun dan telah melakukan Climate Risk Stress Testing sesuai panduan OJK untuk memperkuat manajemen risiko iklim.
- BRI memperoleh peringkat A MSCI ESG, kategori Low Risk Sustainalytics, dan masuk S&P Global Sustainability Yearbook selama empat tahun berturut-turut berkat penguatan praktik ESG.
Target pembiayaan dan rencana implementasi
KONTAN Indonesia melaporkan, penegasan itu disampaikan BRI dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026 pada Jumat, 10 April 2026, ketika perseroan memaparkan pelaksanaan inisiatif keuangan berkelanjutan yang disusun secara terstruktur. Bank juga menyebut kepatuhan terhadap ketentuan Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK No. 51/POJK.03/2017, publikasi Laporan Keberlanjutan 2025, serta penyusunan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan periode 2026-2030 sebagai fondasi implementasi berikutnya.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan integrasi aspek keberlanjutan menjadi bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja finansial, tetapi juga memberi dampak sosial dan lingkungan. Hingga akhir 2025, BRI mencatat penyaluran pembiayaan ke Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan mencapai Rp 93,2 triliun, setara 6,94% dari total portofolio kredit, sementara pembiayaan ke Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial mencapai Rp 718,7 triliun atau sekitar 53,5% dari total pembiayaan.
Selain penyaluran kredit, perseroan juga telah menerbitkan social bond senilai Rp 5 triliun untuk mendukung sektor-sektor yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. BRI juga melakukan analisis Climate Risk Stress Testing sesuai panduan OJK guna memperkuat pengelolaan risiko terkait perubahan iklim.
Jangkauan nasabah dan posisi ESG BRI
Dari sisi inklusi keuangan, hingga akhir 2025 BRI telah menjangkau lebih dari 140,5 juta nasabah. Capaian itu didukung oleh 45,93 juta pengguna super app BRImo, 1,19 juta Agen BRILink, serta program pemberdayaan melalui 5.245 Desa BRILiaN.BRI juga memperkuat implementasi keberlanjutan lewat adopsi IFRS Sustainability Disclosure Standards, yakni IFRS S1 dan S2, serta penguatan tata kelola perusahaan. Upaya tersebut turut mendorong pengakuan global, termasuk peringkat A dari MSCI ESG Rating, kategori Low Risk dari Sustainalytics, dan skor S&P Global Corporate Sustainability Assessment pada persentil ke-92.
Capaian itu menempatkan BRI sebagai satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam S&P Global Sustainability Yearbook selama empat tahun berturut-turut. Ke depan, perseroan menegaskan akan terus memperkuat perannya sebagai lembaga keuangan yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam laporan kami sebelumnya, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menyoroti pentingnya sinergi inisiatif pemerintah, kedalaman likuiditas pasar, dan disiplin penerapan prinsip ESG untuk memperbesar pembiayaan jangka panjang infrastruktur. IIF juga menekankan perannya dalam ekosistem lembaga keuangan khusus—termasuk pembiayaan tahap awal hingga take-out financing serta pengembangan instrumen pasar modal—seraya menjaga biaya dana tetap kompetitif dan standar lingkungan-sosial diterapkan ketat di setiap proyek.
Berita Reporting Terbaru
- Forex
- Crypto