BRI Danareksa Sekuritas catat lonjakan laba operasional 2025 didorong bisnis ritel

BRI Danareksa Sekuritas catat lonjakan laba operasional 2025 didorong bisnis ritel
Laba Sekuritas Melonjak 200%

Pertumbuhan investor ritel di pasar modal Indonesia menopang kinerja PT BRI Danareksa Sekuritas sepanjang 2025. Perusahaan mencatat kenaikan pendapatan 23% secara tahunan, sementara laba operasional melonjak lebih dari 200% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sorotan

  • BRI Danareksa Sekuritas mencatat 54% pendapatan 2025 berasal dari bisnis brokerage, didorong pertumbuhan segmen ritel terutama melalui platform digital.
  • Jumlah investor domestik Indonesia mencapai 20,32 juta SID pada akhir 2025, naik 37% year-on-year menurut data KSEI.
  • BRIDS memperluas distribusi dan meningkatkan literasi investasi lewat sinergi ekosistem BRI Group sepanjang 2025 untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Kinerja 2025 dan pendorong utama

Seperti dilaporkan KONTAN, Plt Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria, mengatakan bisnis brokerage masih menjadi sumber pendapatan utama perseroan pada akhir 2025. Segmen ini menyumbang 54% dari total pendapatan dan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan perusahaan.

Dalam keterangan resmi tertanggal Rabu, 22/3/2026, Fifi menyatakan capaian sepanjang 2025 mencerminkan keberhasilan implementasi transformasi bisnis yang dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Menurut dia, segmen ritel BRIDS menjadi kontributor utama, terutama melalui platform digital.

Fifi juga menyebut BRIDS makin mendorong pemanfaatan sinergi dalam ekosistem BRI Group selama 2025. Langkah itu diarahkan untuk memperluas distribusi sekaligus meningkatkan literasi investasi masyarakat.

Dukungan basis investor dan prospek bisnis sekuritas

BRIDS melihat penguatan kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan basis investor domestik. Fifi mengutip data Kustodian Sentral Efek Indonesia, KSEI, yang menunjukkan jumlah investor mencapai 20,32 juta Single Investor Identification, SID, pada akhir 2025, naik sekitar 37% secara tahunan.

Ke depan, ia memproyeksikan segmen ritel masih tetap menjadi penunjang utama pertumbuhan bisnis sekuritas. Namun, perusahaan menyatakan akan terus mencermati dinamika pasar dan kondisi global karena keduanya sangat memengaruhi kinerja industri sekuritas di Indonesia.

Kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39% sebelumnya kami soroti sebagai sinyal penguatan dibanding rata-rata pertumbuhan sekitar 5% dalam satu dekade terakhir. Dalam artikel tersebut, kami juga menekankan bahwa ketahanan ini terjadi di tengah tekanan global seperti geopolitik, gangguan rantai pasok, dan suku bunga tinggi, dengan kebijakan fiskal domestik dinilai tetap efektif menopang momentum dan menjaga kepercayaan investor.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.