Bank-bank besar siapkan mitigasi risiko saat stress test tunjukkan ketahanan terhadap gejolak ekonomi

Bank-bank besar siapkan mitigasi risiko saat stress test tunjukkan ketahanan terhadap gejolak ekonomi
Perbankan siapkan mitigasi risiko

Di tengah gejolak ekonomi global dan domestik yang belum mereda, perbankan di Indonesia memperkuat langkah mitigasi risiko melalui stress test untuk mengukur daya tahan terhadap skenario terburuk. Hasil uji Bank Indonesia tetap menunjukkan sektor perbankan berada dalam kondisi kuat, meski sejumlah bank mulai mencermati perlambatan pertumbuhan kredit dan kenaikan risiko pada beberapa portofolio.

Sorotan

  • Bank Indonesia menyatakan hasil stress test perbankan masih positif, menunjukkan ketahanan bank tetap kuat dalam menghadapi gejolak ekonomi.
  • Hingga kuartal I-2026, CAR BCA mencapai 27% dan rasio LAR naik ke 5,1% sementara NPL tetap rendah di 1,8%.
  • CIMB Niaga menilai bank mampu bertahan dalam skenario ekonomi terburuk dan telah menyiapkan mitigasi risiko, sementara pertumbuhan kredit diproyeksikan landai.

Hasil stress test dan kesiapan bank

KONTAN Indonesia melaporkan Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur terbaru menyampaikan hasil stress test perbankan masih positif, dengan ketahanan bank dinilai tetap kuat menghadapi gejolak perekonomian.

PT Bank Central Asia Tbk, atau BCA, menyatakan siap menghadapi potensi memburuknya kondisi ekonomi ke depan. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Heryn, mengatakan fundamental bisnis bank tetap solid dengan posisi permodalan dan likuiditas yang kuat.

Hingga kuartal I-2026, rasio kecukupan modal atau CAR BCA berada di kisaran 27%, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Dari sisi kualitas aset, rasio loan at risk, atau LAR, naik menjadi 5,1% pada Maret 2026 dari 4,8% pada akhir 2025, sementara rasio kredit bermasalah, atau NPL, tetap rendah di sekitar 1,8%. Menurut Hera, posisi tersebut masih terjaga karena pencadangan LAR mencapai 69,7% dan pencadangan NPL sebesar 174,6%.

BCA juga terus mengevaluasi setiap sektor kredit dengan memantau penggunaan limit kredit dan kualitas portofolio. Bank itu menjaga komunikasi dan koordinasi dengan debitur yang bisnisnya diperkirakan terdampak, sambil melakukan evaluasi terhadap sektor industri terkait.

PT Bank CIMB Niaga Tbk juga telah menjalankan stress test dan menilai bank mampu bertahan dalam skenario ekonomi terburuk, meski tidak memperkirakan pertumbuhan kredit akan meningkat tinggi. Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan bank telah menyiapkan langkah mitigasi terhadap kenaikan risiko berdasarkan hasil stress test dan memastikan operasional dapat meredam guncangan seperti dalam skenario pengujian.

Lani menambahkan CIMB Niaga juga telah menerima panduan dari regulator untuk menghadapi gejolak ekonomi domestik. Menurut dia, bank perlu lebih berhati-hati karena pertumbuhan kredit tahun ini diproyeksikan cenderung landai secara umum.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang dampak pelemahan rupiah terhadap risiko kredit perbankan, kami mencatat bank-bank besar cenderung meningkatkan kehati-hatian meski kualitas aset masih relatif terjaga. Sejumlah bank menilai kenaikan NPL diperkirakan tetap terbatas, sambil memperketat selektivitas penyaluran kredit, memperkuat pemantauan portofolio, dan menjalankan stress test berkala untuk menghadapi berbagai skenario tekanan ekonomi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.