Kemendag dan GAIKINDO bahas dorongan ekspor otomotif Indonesia

Kemendag dan GAIKINDO bahas dorongan ekspor otomotif Indonesia
Dorong ekspor otomotif RI

Pemerintah dan pelaku industri otomotif memperkuat koordinasi untuk menjaga kenaikan ekspor kendaraan dari Indonesia. Pada 2025, ekspor mobil Indonesia mencapai 815 ribu unit di luar suku cadang, menandai besarnya kontribusi sektor ini terhadap perdagangan nasional.

Sorotan

  • Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika bertemu pada 27 April untuk membahas peningkatan ekspor otomotif Indonesia.
  • Ekspor mobil Indonesia pada 2025 diproyeksi mencapai 815 ribu unit, mencerminkan penguatan kinerja sektor otomotif nasional.
  • Peningkatan ekspor kendaraan dan komponen dipandang mampu memperbesar nilai tambah industri manufaktur Indonesia serta memperkuat daya saing regional.

Agenda penguatan ekspor otomotif

Seperti disampaikan Kementerian Perdagangan Indonesia, Menteri Perdagangan Budi Santoso menerima kunjungan Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, GAIKINDO, Putu Juli Ardika di kantor kementerian di Jakarta pada Senin, 27 Apr. Pertemuan itu berfokus pada upaya meningkatkan ekspor industri otomotif Indonesia di tengah tren kenaikan pengiriman kendaraan ke pasar luar negeri.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah dan asosiasi industri membahas langkah untuk mempertahankan momentum ekspor. Pelaku industri disebut rutin berdiskusi dengan prinsipal otomotif guna menyusun strategi pengembangan pasar sekaligus mendorong kenaikan ekspor dari Indonesia.

Mendag Budi Santoso didampingi Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi serta Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Tommy Andana. Kehadiran pejabat perdagangan itu menunjukkan perhatian pemerintah pada penguatan akses pasar dan kesinambungan pertumbuhan ekspor otomotif.

Dampak bagi industri dan perdagangan nasional

Capaian ekspor mobil Indonesia pada 2025 yang mencapai 815 ribu unit, belum termasuk suku cadang, menunjukkan kinerja sektor otomotif yang terus membaik. Angka itu juga menegaskan posisi industri kendaraan bermotor sebagai salah satu penopang penting ekspor manufaktur Indonesia.

Jika tren ini terjaga, industri otomotif berpotensi memperluas pasar ekspor sekaligus memperkuat rantai pasok dalam negeri. Bagi perdagangan nasional, peningkatan ekspor kendaraan dan komponen dapat membantu memperbesar nilai tambah industri manufaktur dan mendukung daya saing Indonesia di pasar regional.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan ekosistem halal nasional, kami membahas langkah Kementerian Perdagangan memperkuat sinergi dengan BPJPH untuk memperluas akses ekspor produk halal Indonesia. Fokusnya mencakup harmonisasi standar, peningkatan kualitas, serta dukungan kebijakan dan kerja sama internasional agar ekspor lebih berkelanjutan dan daya saing produk Indonesia meningkat di pasar global.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.