BPD DIY perluas bisnis payroll untuk menopang dana ritel

BPD DIY perluas bisnis payroll untuk menopang dana ritel
BPD DIY perluas payroll

Layanan payroll masih menjadi instrumen penting bagi bank pembangunan daerah untuk menjaga likuiditas dan memperkuat basis pendanaan ritel dari segmen aparatur sipil negara. Hingga Maret 2026, BPD DIY mengelola 79.914 gaji ASN daerah dengan nilai penyaluran mencapai Rp413,4 miliar.

Sorotan

  • BPD DIY menargetkan pertumbuhan tabungan lebih dari 7% pada akhir 2026 dengan memperluas layanan payroll untuk menopang dana ritel.
  • Komposisi tabungan mencapai 60% dari total dana pihak ketiga, didukung kontribusi signifikan dari segmen payroll ASN, swasta, dan pensiunan.
  • BPD DIY mendorong integrasi digitalisasi layanan payroll untuk mempermudah pembukaan rekening online dan memperkuat keamanan data nasabah tahun ini.

Strategi payroll dan target tabungan 2026

Seperti diberitakan KONTAN, PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, atau BPD DIY, menyatakan bisnis layanan payroll terus bertumbuh positif pada tahun ini. Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah BPD DIY, Raden Agus Trimurjanto, mengatakan payroll menjadi salah satu cara efektif untuk menciptakan basis pendanaan ritel yang berkelanjutan di tengah kebutuhan menjaga kondisi likuiditas.

Menurut Agus, bisnis payroll memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan dana pihak ketiga BPD DIY, terutama melalui produk tabungan. Saat ini, komposisi tabungan mencapai 60% dari total dana pihak ketiga, dan bank menargetkan total tabungan tumbuh lebih dari 7% pada akhir 2026.

Untuk memperkuat bisnis tersebut, BPD DIY mendorong penguatan layanan digital pada tahun ini. Integrasi layanan digital dinilai penting untuk memudahkan nasabah payroll membuka rekening secara online, mengatur keuangan, hingga mengelola pengeluaran gaji, sekaligus memperkuat sistem keamanan data.

Cakupan nasabah dan dampaknya bagi pendanaan

Selain melayani ASN daerah, BPD DIY juga mengelola payroll untuk ASN vertikal sebanyak 6.032 nasabah. Bank ini juga menangani penyaluran gaji 11.976 karyawan swasta serta 46.092 pensiunan.

Besarnya basis nasabah tetap dari segmen pegawai dan pensiunan memberi ruang bagi bank daerah untuk menghimpun dana murah secara lebih stabil. Dalam situasi gejolak perekonomian, model bisnis payroll tetap menjadi penopang penting bagi pertumbuhan tabungan dan kestabilan struktur pendanaan perbankan daerah.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang pengetatan pengawasan perbankan oleh OJK pasca kasus penggelapan dana nasabah di BNI, kami menyoroti dorongan regulator agar bank memperkuat tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, serta audit internal melalui prinsip three lines of defense. OJK juga menekankan peningkatan kompetensi SDM dan respons yang cepat serta transparan untuk menjaga kredibilitas industri dan perlindungan nasabah.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.