Superbank perluas pembiayaan UMKM digital seiring dorongan OJK
Dorongan regulator agar bank swasta lebih aktif membiayai program prioritas pemerintah mendorong fokus baru pada perluasan akses kredit bagi segmen yang belum terlayani optimal. Superbank menyatakan strategi itu dijalankan lewat pembiayaan berbasis ekosistem digital untuk UMKM serta kelompok underserved dan underbanked.
Sorotan
- Superbank meningkatkan penyaluran kredit UMKM dan underserved dengan mengandalkan ekosistem digital, di mana 60% akuisisi berasal dari Grab dan OVO.
- Pendekatan berbasis analisis data perilaku dan transaksi nasabah secara real time memungkinkan pembiayaan lebih terukur, memperluas akses kredit ke pelaku usaha kecil.
- Superbank menstabilkan suku bunga deposito sejak pertengahan 2024, berupaya mempertahankan kepercayaan nasabah di tengah fluktuasi pasar dan mendukung inklusi keuangan nasional.
Strategi pembiayaan berbasis ekosistem digital
KONTAN melaporkan, PT Super Bank Indonesia Tbk merespons ajakan Otoritas Jasa Keuangan agar perbankan swasta memperbesar partisipasi dalam pendanaan program prioritas pemerintah, terutama untuk memperluas akses pembiayaan ke UMKM dan kelompok yang belum terjangkau layanan keuangan secara memadai.
Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan pertumbuhan ekonomi tidak dapat hanya bertumpu pada segmen atas, karena kelompok menengah ke bawah memiliki kebutuhan pembiayaan yang tinggi. Karena itu, perseroan memfokuskan penyaluran kredit pada segmen underserved dan underbanked dengan memanfaatkan kekuatan ekosistem digital.
Superbank mengandalkan analisis data perilaku dan transaksi nasabah secara real time agar kredit yang disalurkan lebih tepat sasaran. Sekitar 60% akuisisi nasabah saat ini berasal dari ekosistem digital seperti Grab dan OVO, sedangkan 40% lainnya berasal dari luar ekosistem tersebut yang juga disebut menunjukkan pertumbuhan pesat.
Perseroan menyebut tidak semua program pemerintah dapat diakomodasi, khususnya program yang bersifat non-digital seperti koperasi tertentu. Meski demikian, bank ini tetap menilai pembiayaan merchant di dalam ekosistem digital dapat mendukung pemberdayaan UMKM, termasuk untuk ekspansi gerai dan perluasan usaha ke wilayah lain.
Fokus kepercayaan nasabah dan dampak bagi inklusi
Pendekatan berbasis data transaksi yang berkelanjutan dinilai memberi keunggulan dibandingkan metode konvensional karena bank dapat memantau aktivitas usaha nasabah secara lebih akurat. Dengan model ini, penyaluran pembiayaan diharapkan lebih terukur sekaligus memperluas akses kredit kepada pelaku usaha kecil yang sebelumnya sulit menjangkau layanan perbankan formal.Di sisi pendanaan, Superbank juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan nasabah melalui konsistensi nilai yang ditawarkan. Salah satu contohnya adalah mempertahankan suku bunga deposito tetap stabil sejak diluncurkan pada pertengahan 2024, yang menurut manajemen menjadi bagian dari upaya membangun trust di tengah fluktuasi pasar.
Bagi industri perbankan, langkah ini menunjukkan semakin besarnya peran model distribusi kredit digital dalam mendukung agenda inklusi keuangan pemerintah. Jika strategi serupa meluas di sektor bank swasta, pembiayaan untuk UMKM dan segmen underbanked berpotensi tumbuh dengan dukungan data transaksi yang lebih kaya dan proses penyaluran yang lebih cepat.
Dalam artikel kami sebelumnya, kami membahas pertumbuhan pengguna dan transaksi Superbank di tengah persaingan bank digital yang makin ketat. Superbank telah mencatat sekitar 6,5 juta nasabah hingga awal 2026, dengan transaksi harian mendekati 1,3 juta per hari, seiring penekanan strategi pada penguatan engagement dan frekuensi penggunaan layanan melalui ekosistem digital.
Berita Fintech Terbaru
- Forex
- Crypto