Great Eastern nilai kebijakan tarif tiket pesawat berpotensi menekan volume asuransi perjalanan

Great Eastern nilai kebijakan tarif tiket pesawat berpotensi menekan volume asuransi perjalanan
Tarif tiket tekan asuransi?

Pembatasan kenaikan harga tiket pesawat domestik pada April 2026 membuka ruang stabilisasi daya beli dan pariwisata, tetapi tetap menyisakan risiko bagi aktivitas perjalanan. Great Eastern General Insurance Indonesia menilai kenaikan biaya avtur dan periode low season setelah Lebaran dapat membatasi volume transaksi, meski penjualan asuransi perjalanan perseroan belum terdampak hingga kini.

Sorotan

  • Pemerintah membatasi kenaikan tarif tiket pesawat domestik maksimal 9%-13% per April 2026 setelah harga avtur melonjak hingga 70%, mengantisipasi dampak lewat kebijakan PPN DTP 11%.
  • Great Eastern General Insurance mencatat pertumbuhan premi asuransi perjalanan 40% yoy pada kuartal I-2026, terutama dari segmen group travel dan musim liburan Lebaran.
  • Ketidakpastian geopolitik diperkirakan terus memicu risiko kenaikan harga avtur hingga akhir tahun, berpotensi menekan volume perjalanan dan permintaan asuransi perjalanan.

Dampak kebijakan tarif dan respons perusahaan

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, pemerintah menetapkan pembatasan kenaikan harga tiket pesawat domestik maksimal 9%-13% per April 2026 setelah harga avtur melonjak hingga 70%, serta mengantisipasinya melalui kebijakan PPN DTP sebesar 11%. PT Great Eastern General Insurance Indonesia memandang langkah itu positif untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas sektor pariwisata Indonesia.

Marketing Director Great Eastern General Insurance Indonesia Linggawati Tok mengatakan kebijakan tersebut tetap berpotensi memengaruhi lini asuransi perjalanan. Menurut dia, kenaikan harga avtur sebagai faktor eksternal dapat mendorong harga tiket lebih tinggi, yang pada akhirnya menekan jumlah perjalanan, sementara April juga merupakan low season setelah musim mudik Lebaran.

Hingga saat ini, Linggawati mengatakan belum ada dampak terhadap pembelian produk asuransi perjalanan perusahaan. Untuk mengantisipasi potensi tekanan, perseroan menerapkan strategi yang sekaligus ditujukan untuk mendorong kinerja lini tersebut, termasuk berfokus pada segmen group travel yang dinilai masih memiliki permintaan tinggi.

Prospek premi dan faktor risiko industri

Selain mendorong penjualan pada segmen group travel, Great Eastern General Insurance juga melakukan upselling produk travel melalui skema add-ons jaminan. Penawaran itu mencakup perlindungan visa, kehilangan acara, perlindungan golf, perlindungan Covid-19, hingga perlindungan musim dingin.

Dari sisi kinerja, perusahaan mencatat pertumbuhan premi asuransi perjalanan sebesar 40% secara tahunan pada kuartal I-2026. Linggawati menjelaskan pertumbuhan itu didorong oleh meningkatnya perjalanan dari segmen group travel dan adanya periode libur yang cukup panjang pada momentum Lebaran 2026.

Ke depan, Great Eastern tetap optimistis lini asuransi perjalanan bertumbuh seiring aktivitas travelling yang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Namun, perusahaan juga melihat kondisi geopolitik yang memengaruhi harga avtur masih berisiko menekan volume perjalanan dan diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun ini.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang strategi GEGI di lini asuransi perjalanan, perusahaan memfokuskan pertumbuhan pada segmen group travel serta upselling melalui berbagai add-ons perlindungan. Kami juga mencatat premi asuransi perjalanan tumbuh 40% (yoy) pada kuartal I-2026, namun GEGI tetap mewaspadai risiko geopolitik yang dapat mendorong kenaikan biaya penerbangan dan menahan volume perjalanan hingga akhir tahun.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.