BTN bidik fee based income QRIS Rp 10 miliar pada 2026

BTN bidik fee based income QRIS Rp 10 miliar pada 2026
BTN bidik Rp10M QRIS

Pertumbuhan transaksi QRIS mendorong BTN memperkuat posisi pembayaran digitalnya pada kuartal I-2026, seiring perubahan perilaku nasabah ke transaksi yang lebih praktis dan aman. Hingga Maret 2026, nilai transaksi QRIS perseroan mencapai Rp 3,43 triliun, naik 130% secara tahunan, dengan frekuensi transaksi melonjak 151%.

Sorotan

  • BTN mencatat fee based income dari transaksi QRIS tumbuh sekitar 148% secara tahunan, menunjukkan peningkatan signifikan kontribusi pembayaran digital.
  • Perseroan menargetkan transaksi QRIS mencapai sekitar 124 juta hingga akhir 2026, dan fee based income QRIS menembus lebih dari Rp 10 miliar.
  • BTN memperluas fitur QRIS seperti CPM, Cross Border, dan menambah merchant lintas segmen, serta mengintegrasikan layanan QRIS ke dalam superapp Balé by BTN.

Kinerja QRIS dan target bisnis 2026

Seperti dilaporkan Kontan, BTN mencatat fee based income dari transaksi QRIS tumbuh sekitar 148% secara tahunan pada periode yang sama, memperkuat kontribusi pembayaran digital terhadap kinerja perseroan. SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan capaian itu menunjukkan QRIS semakin relevan bagi masyarakat dan tidak hanya mencerminkan kenaikan transaksi, tetapi juga perubahan perilaku nasabah menuju layanan digital yang cepat, praktis, dan aman.

Perseroan menargetkan transaksi QRIS mencapai sekitar 124 juta hingga akhir 2026, atau tumbuh lebih dari 40% secara tahunan. Dari sisi bisnis, BTN membidik fee based income QRIS menembus lebih dari Rp 10 miliar pada akhir 2026, sejalan dengan upaya memperbesar kontribusi pendapatan berbasis komisi secara berkelanjutan.

Ekspansi layanan dan dampak pada ekosistem digital

Untuk menopang target tersebut, BTN menyelaraskan pengembangan QRIS dengan agenda perluasan QRIS oleh Bank Indonesia. Bank ini telah menghadirkan sejumlah kapabilitas, termasuk QRIS CPM dan QRIS Cross Border, yang memungkinkan transaksi di Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan terbaru China.

BTN juga memperluas jaringan merchant QRIS di berbagai segmen, mulai dari UMKM, ritel, food and beverages, institusi pendidikan, rumah sakit, hingga merchant strategis lainnya. Perseroan selanjutnya menyiapkan pengembangan QRIS Tap dan QRIS Transfer serta mengintegrasikan layanan itu ke dalam strategi Balé by BTN sebagai superapp, untuk memperkuat ekosistem transaksi harian nasabah dan mendorong pertumbuhan bisnis digital bank.

Kinerja pembiayaan UMKM BRI pada triwulan I 2026 yang sebelumnya kami ulas menegaskan bahwa segmen UMKM tetap menjadi pilar utama pertumbuhan, dengan penyaluran mencapai Rp1.211 triliun dari total kredit dan pembiayaan Rp1.562 triliun. Dalam laporan itu, BRI juga menekankan peran KUR senilai Rp47,09 triliun kepada 947 ribu nasabah, yang ditujukan untuk mendorong produktivitas ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.