Indonesia, Jepang tandatangani kerja sama pertahanan saat pertemuan menteri

Indonesia, Jepang tandatangani kerja sama pertahanan saat pertemuan menteri
Indonesia-Jepang perkuat pertahanan

Indonesia dan Jepang menggelar pertemuan menteri pertahanan pertama pada 2026 di Jakarta yang berujung pada penandatanganan perjanjian kerja sama pertahanan. Menjelang agenda itu, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menautkan hubungan kedua negara dengan latar sejarah sebelum kemerdekaan Indonesia, termasuk penyebutan pendidikan PETA oleh tentara Jepang.

Sorotan

  • Indonesia dan Jepang menandatangani Defense Cooperation Agreement pada 4 Mei 2026, menandai pertemuan bilateral perdana menteri pertahanan kedua negara tahun ini.
  • Kesepakatan difokuskan pada penguatan kerja sama pertahanan, sektor industri pertahanan, pengembangan sumber daya manusia, serta pengelolaan bencana dan isu kemanusiaan.
  • Diskusi menegaskan prinsip saling menghormati kepentingan nasional dan konstitusi, memperdalam hubungan pertahanan di tengah dinamika strategis kawasan Asia.

Pertemuan bilateral dan agenda kerja sama

Seperti dilaporkan Kompas.com, pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie saat memberi keterangan bersama dengan Menteri Pertahanan Jepang Koizumi Shinjiro di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, pada Senin, 4 Mei 2026. Agenda itu berlangsung sebelum keduanya menggelar pertemuan bilateral dan menandatangani Defense Cooperation Agreement antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Kementerian Pertahanan Jepang.

Sjafrie mengatakan pertemuan hari itu merupakan Indonesia-Japan Defense Ministers' Meeting pertama pada 2026. Menurut dia, pembahasan kedua pihak dilandasi prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan, dengan fokus pada pertukaran pandangan mengenai pembangunan pertahanan serta penguatan kerja sama di bidang kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Ia menambahkan kedua negara juga sepakat mendorong kerja sama yang lebih konkret, terutama pada sektor industri pertahanan dan pengembangan sumber daya manusia. Hingga pukul 12.40 WIB, pertemuan bilateral masih berlangsung setelah dimulai pada pukul 11.38 WIB.

Konteks sejarah dan arti bagi hubungan pertahanan

Saat membuka pernyataan bersama, Sjafrie menyinggung hubungan Indonesia dan Jepang sebagai latar historis yang menurutnya telah terbentuk sebelum kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 1945. Ia menyebut semangat disiplin Tentara Nasional Indonesia juga diperoleh dari pelatihan bersama PETA, atau Pembela Tanah Air, yang disebutnya dididik oleh tentara Jepang.

Rujukan sejarah itu muncul ketika Indonesia dan Jepang memperluas kerangka kerja sama pertahanan di tengah pembahasan perkembangan strategis kawasan. Sjafrie mengatakan diskusi dari pertemuan di Bali hingga di Jakarta menegaskan pentingnya saling menghormati kepentingan nasional dan konstitusi masing-masing negara, sebuah pendekatan yang menjadi dasar bagi pendalaman hubungan pertahanan kedua pihak.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pembukaan KJRI RI di Chengdu, pemerintah menetapkannya lewat Perpres Nomor 10 Tahun 2026 untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia–China, terutama pada kerja sama ekonomi dan perlindungan WNI. Kami juga menguraikan cakupan wilayah kerja KJRI Chengdu di bawah koordinasi KBRI Beijing serta implikasinya bagi perluasan layanan diplomatik dan dukungan aktivitas ekonomi di wilayah barat daya hingga barat tengah China.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.