MUF siap genjot pembiayaan kendaraan listrik di tengah rencana insentif motor EV

MUF siap genjot pembiayaan kendaraan listrik di tengah rencana insentif motor EV
Peluang besar EV Indonesia

Rencana pemerintah menghidupkan kembali insentif motor listrik mendorong optimisme pelaku pembiayaan terhadap prospek permintaan kendaraan listrik di Indonesia. PT Mandiri Utama Finance melihat kebijakan itu berpotensi memperluas basis konsumen sekaligus menopang pertumbuhan portofolio pembiayaan EV yang masih memiliki ruang ekspansi.

Sorotan

  • MUF melihat rencana pengembalian insentif motor EV sebagai katalis penting untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik dan menaikkan permintaan pembiayaan.
  • Penyaluran pembiayaan EV dan hybrid MUF hingga Maret 2026 mencapai Rp588 miliar, tumbuh 14% secara tahunan di tengah tren pasar EV yang solid.
  • MUF menyiapkan strategi ekspansi selektif, termasuk kampanye kendaraan listrik dan promosi suku bunga, demi menjaga kualitas pertumbuhan pembiayaan EV.

Prospek pembiayaan dari rencana insentif

Seperti dilaporkan KONTAN, Direktur MUF Dapot Parasian S. Sinaga mengatakan pengembalian insentif motor EV bisa menjadi katalis penting untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik dan meningkatkan permintaan pembiayaan. Ia menilai penurunan harga melalui insentif berpotensi berdampak langsung pada kenaikan aplikasi pembiayaan, sejalan dengan histori permintaan yang sangat dipengaruhi faktor harga.

Dapot menyatakan kebijakan tersebut juga membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas portofolio di segmen kendaraan listrik. Menurutnya, pertumbuhan pembiayaan ke depan sangat bergantung pada dukungan kebijakan, termasuk kepastian insentif dan perkembangan ekosistem kendaraan EV di dalam negeri.

Kinerja MUF dan dampak bagi pasar EV

Pada kuartal I-2026, MUF mencatat penyaluran pembiayaan motor EV tetap berada dalam tren yang solid. Hingga Maret 2026, penyaluran pembiayaan EV dan hybrid perseroan mencapai Rp588 miliar, tumbuh 14% secara tahunan.

Untuk menjaga pertumbuhan di tengah dinamika pasar kendaraan listrik, perusahaan menyiapkan strategi ekspansif yang tetap selektif. Langkah itu mencakup dorongan kampanye penggunaan kendaraan listrik serta penawaran promosi kepada konsumen, baik dari sisi suku bunga maupun kualitas layanan, guna menjaga kualitas pertumbuhan pembiayaan.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang pertumbuhan outstanding pembiayaan multifinance, kami mencatat pembiayaan konsumtif masih tumbuh dua digit meski ekonomi melambat dan penjualan kendaraan cenderung datar. Namun, laporan tersebut juga menyoroti kenaikan rasio kredit bermasalah (NPL) multifinance ke sekitar 5% yang mendorong pelaku industri makin selektif menjaga kualitas aset. Konteks ini penting untuk membaca prospek pembiayaan motor EV, karena ekspansi tetap bergantung pada permintaan, dukungan kebijakan, dan disiplin risiko.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.