IdScore catat pembiayaan multifinance melampaui pertumbuhan kredit bank di Indonesia

IdScore catat pembiayaan multifinance melampaui pertumbuhan kredit bank di Indonesia
Multifinance tumbuh pesat

Pertumbuhan pembiayaan konsumtif masih bertahan di tengah tekanan ekonomi, meski risiko kredit di sektor keuangan mulai meningkat. Per Februari 2026, outstanding multifinance mencapai Rp 627 triliun dengan kenaikan tahunan 13,37%, lebih tinggi daripada pertumbuhan kredit bank umum sebesar 9,06%.

Sorotan

  • Outstanding pembiayaan multifinance tumbuh lebih cepat dari kredit bank, namun rasio NPL multifinance naik ke 5% dibandingkan NPL perbankan 2,24%.
  • Outstanding kredit bank umum tercatat Rp 8.537 triliun, sekitar 89% total kredit nasional menurut data IdScore.
  • IdScore memperkirakan pertumbuhan multifinance tetap positif hingga akhir tahun, namun laju akan melambat akibat kehati-hatian industri menjaga kualitas aset.

Kinerja pembiayaan dan peringatan kualitas aset

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, PT Pefindo Biro Kredit, IdScore, menyatakan outstanding industri multifinance kini tumbuh lebih cepat daripada kredit perbankan. Direktur Utama IdScore Tan Glant Saputrahadi mengatakan capaian itu menunjukkan permintaan pembiayaan konsumtif masih cukup tinggi walau ekonomi melambat dan penjualan kendaraan cenderung datar pada tahun lalu.

Ia menilai perusahaan pembiayaan masih mampu menjaga pertumbuhan dua digit meski sektor otomotif sempat menghadapi tekanan. Namun, IdScore mencatat rasio kredit bermasalah, atau NPL, multifinance berada di level 5%, lebih tinggi daripada NPL kredit perbankan yang sebesar 2,24%.

Tan Glant mengatakan kenaikan kredit bermasalah mulai terlihat di industri pembiayaan dan menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap kemampuan bayar masyarakat meningkat. Menurut dia, kondisi ini mendorong lembaga pembiayaan dan perbankan untuk semakin selektif dalam menyalurkan kredit.

Dampak bagi industri keuangan Indonesia

Di sisi lain, perbankan tetap menjadi penyalur kredit terbesar di Indonesia. Data IdScore menunjukkan outstanding kredit bank umum mencapai Rp 8.537 triliun, atau sekitar 89% dari total outstanding kredit nasional.

Meski demikian, multifinance dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan karena kebutuhan pembiayaan konsumtif masyarakat tetap tinggi. IdScore mengingatkan pelaku industri perlu menjaga kualitas pembiayaan di tengah potensi perlambatan daya beli, meningkatnya penggunaan skema pembiayaan konsumtif, serta risiko eksternal seperti pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan tekanan geopolitik.

IdScore juga melihat outstanding multifinance masih berpotensi tumbuh hingga akhir tahun. Hanya saja, laju pertumbuhannya diperkirakan tidak akan seagresif tahun sebelumnya karena pelaku industri mulai lebih berhati-hati menjaga kualitas aset.

Kinerja pembiayaan BFI Finance pada kuartal I-2026 menjadi contoh bagaimana perusahaan multifinance tetap menyalurkan pembiayaan baru Rp 5,5 triliun dengan pendekatan selektif dan disiplin risiko di tengah volatilitas pasar. Dalam ulasan kami sebelumnya, BFI juga tercatat menjaga kualitas aset dengan NPF bruto 1,57% dan NPF neto 0,25%, serta pencadangan dan gearing yang relatif konservatif, sehingga ekspansi tetap terukur.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.