Bank-bank Himbara pangkas tantiem, kehati-hatian kredit berpotensi menguat
Tekanan ekonomi, perlambatan pertumbuhan kredit, dan arahan pemerintah membuat pembagian tantiem di perbankan semakin dibatasi pada 2026. Di bank-bank Himbara, langkah ini diarahkan untuk memperbesar laba ditahan, tetapi analis menilai pemangkasan insentif juga dapat memengaruhi keberanian manajemen dalam mendorong ekspansi bisnis.
Sorotan
- Bank Mandiri dan Bank Negara Indonesia tidak memberikan tantiem untuk tahun buku 2025, sementara BRI menurunkan nilai tantiem secara signifikan.
- Kebijakan pengurangan tantiem di bank-bank Himbara muncul sejalan imbauan pemerintah agar laba ditahan meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi dan kualitas aset yang melemah.
- Pertumbuhan kredit perbankan kuartal I-2026 tetap positif namun melambat, berpotensi mendorong manajemen bersikap lebih hati-hati dan menurunkan insentif ekspansi.
Arah kebijakan tantiem dan kondisi industri
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, bonus imbalan kerja atau tantiem untuk direksi dan komisaris perbankan semakin sulit dibagikan seiring tekanan ekonomi dan perubahan kebijakan di bank-bank milik negara.PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk tercatat tidak memberikan tantiem kepada direksi dan komisaris untuk tahun buku 2025. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk masih memberikan tantiem, tetapi nilainya turun signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan bank-bank besar kini semakin berhati-hati dalam mengelola risiko di tengah ketidakpastian ekonomi. Menurutnya, penghapusan tantiem juga sejalan dengan imbauan pemerintah melalui Danantara agar bank BUMN menghapus tantiem untuk memperbesar laba ditahan.
Josua menegaskan tantiem bukan komponen wajib dalam struktur remunerasi. Ketika laba tidak tumbuh kuat, kualitas aset memburuk, pencadangan meningkat, atau target kinerja tidak tercapai, penurunan tantiem menjadi konsekuensi yang wajar dan bagian dari praktik tata kelola yang sehat.
Dampak terhadap ekspansi kredit perbankan
Ia menilai pertumbuhan kredit industri perbankan pada kuartal I-2026 masih positif, namun melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tren ini berpotensi membuat kebijakan pengurangan tantiem berlanjut sepanjang tahun.Dari sisi tata kelola, langkah tersebut dinilai dapat memperkuat persepsi kehati-hatian karena nasabah dan investor melihat manajemen tidak mengambil tambahan keuntungan di tengah tekanan kinerja. Namun, Josua mengingatkan minimnya insentif berbasis kinerja dapat menurunkan motivasi manajemen dan mendorong sikap yang terlalu konservatif dalam ekspansi bisnis.
Menurut dia, bankir dapat menjadi lebih defensif, menahan ekspansi kredit, menghindari segmen produktif yang berisiko, dan terlalu fokus pada aset aman. Ke depan, ia memproyeksikan pertumbuhan kredit berpotensi lebih agresif pada kuartal II-2026, sehingga penghapusan tantiem perlu diimbangi dengan skema insentif lain agar efisiensi tetap terjaga tanpa mengurangi dorongan kinerja perbankan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang tren penurunan cost of credit bank-bank besar pada kuartal I-2026, kami membahas bagaimana pelonggaran likuiditas dan membaiknya kualitas aset menekan kebutuhan pencadangan. Kami juga menyoroti bahwa meski prospek biaya risiko cenderung stabil sepanjang 2026, bank tetap perlu selektif menyalurkan kredit karena ketidakpastian global masih berpotensi menekan kualitas pinjaman.
- Forex
- Crypto