Atome Finance Indonesia tawarkan pembiayaan motor listrik untuk mitra ojol dengan cicilan harian
Skema pembiayaan baru memperluas akses mitra ojek online di Jakarta untuk beralih ke motor listrik dengan pola angsuran yang mengikuti pendapatan harian. Program ini menawarkan cicilan flat Rp55.000 per hari selama 490 hari, dengan bunga yang disebut terjangkau dan tanpa biaya keterlambatan.
Sorotan
- Atome Finance Indonesia menawarkan pembiayaan motor listrik untuk mitra ojol dengan cicilan tetap Rp55.000 per hari selama 490 hari, tanpa biaya keterlambatan.
- Skema cicilan harian disusun mengikuti pola pemasukan pengemudi transportasi daring, memberikan fleksibilitas pengelolaan arus kas dan menurunkan hambatan awal adopsi motor listrik.
- Adopsi motor listrik dengan pembiayaan ini berpotensi mendorong efisiensi biaya operasional bagi mitra ojol dan memperluas pasar kendaraan listrik di segmen pekerja informal perkotaan.
Skema pembiayaan mengikuti arus kas harian
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, program ini diperkenalkan Atome Finance Indonesia untuk membantu mitra pengemudi ojol memiliki kendaraan listrik. Rancangan pembayarannya disusun agar selaras dengan pola pemasukan harian pengemudi, sehingga memberi fleksibilitas lebih dalam pengelolaan arus kas sehari-hari.Dalam skema tersebut, mitra pengemudi dapat mengakses pembiayaan dengan angsuran tetap Rp55.000 per hari selama 490 hari. Fasilitas itu juga disertai suku bunga yang disebut terjangkau serta tanpa biaya keterlambatan.
Head of Business & Commercial Structuring Atome, Rully Posumah, mengatakan skema itu diharapkan membantu pengemudi menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis pada Kamis, 7/5/2026.
Dorongan efisiensi bagi sektor transportasi daring
Model cicilan harian menunjukkan upaya penyesuaian produk pembiayaan dengan karakter pendapatan sektor transportasi daring, yang umumnya diterima pengemudi secara harian. Pendekatan seperti ini dapat menurunkan hambatan awal bagi mitra yang ingin mengganti kendaraan operasionalnya ke motor listrik.Jika adopsi meningkat, penggunaan motor listrik oleh mitra ojol berpotensi mendorong efisiensi biaya operasional harian, terutama bagi pengemudi yang sangat bergantung pada frekuensi perjalanan. Bagi industri pembiayaan dan mobilitas, skema semacam ini juga membuka ruang perluasan pasar kendaraan listrik di segmen pekerja informal perkotaan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang paket stimulus ekonomi kuartal II-2026, kami membahas rencana pemerintah memberi insentif PPN DTP untuk pembelian mobil dan motor listrik dengan besaran yang dibedakan berdasarkan jenis baterai. Kebijakan ini disiapkan mulai Juni 2026 dengan kuota awal masing-masing 100.000 unit, sekaligus diarahkan untuk menekan konsumsi BBM dan memperkuat rantai pasok industri domestik, khususnya yang terkait hilirisasi nikel.
Berita Hyundai Terbaru
- Forex
- Crypto