CNAF nilai ketidakpastian ekonomi tekan kinerja multifinance pada Maret 2026
Perlambatan pembiayaan multifinance berlanjut pada Maret 2026 di tengah tekanan dari ketidakpastian ekonomi global dan sikap konsumen yang lebih berhati-hati dalam belanja konsumtif. Di saat yang sama, kualitas pembiayaan industri ikut menjadi sorotan setelah rasio pembiayaan bermasalah bruto naik menjadi 2,83% dengan total piutang pembiayaan mencapai Rp 514,09 triliun.
Sorotan
- Pertumbuhan piutang pembiayaan industri multifinance melambat menjadi 0,61% YoY per Maret 2026, dengan total Rp 514,09 triliun dan rasio NPF naik ke 2,83%.
- Piutang pembiayaan CIMB Niaga Auto Finance turun 6% YoY ke Rp 10,87 triliun per Maret 2026 akibat strategi penyaluran pembiayaan yang lebih selektif.
- CNAF mencatat rasio NPF sebesar 1,95% per Maret 2026 dan memperkuat underwriting serta analisis kredit untuk menjaga kualitas portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi.
Perlambatan industri dan posisi CNAF
Seperti diberitakan Kontan, data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan pertumbuhan piutang pembiayaan industri multifinance melambat menjadi 0,61% secara tahunan per Maret 2026. Nilai piutang pembiayaan industri tercatat Rp 514,09 triliun, sementara rasio Non Performing Financing gross naik menjadi 2,83% pada periode yang sama.Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance, Ristiawan Suherman, mengatakan ketidakpastian ekonomi global menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kinerja industri. Ia menambahkan masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam pengeluaran konsumtif, sehingga permintaan pembiayaan ikut terpengaruh dan menahan pertumbuhan industri secara menyeluruh.
Untuk CNAF, piutang pembiayaan tercatat Rp 10,87 triliun per Maret 2026. Nilai itu turun 6% secara tahunan dari Rp 11,58 triliun pada Maret 2025, yang menurut perseroan sejalan dengan tren industri dan mencerminkan strategi penyaluran pembiayaan yang lebih selektif demi menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Fokus kualitas portofolio dan pengendalian risiko
Ristiawan menyatakan industri multifinance saat ini mengutamakan aspek prudensial melalui penguatan kualitas portofolio. Langkah itu ditempuh sebagai upaya antisipatif untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung.CNAF mencatat rasio NPF sebesar 1,95% per Maret 2026, yang disebut masih terjaga dan sesuai dengan risk appetite perusahaan. Untuk mempertahankan kualitas aset, perusahaan memperkuat proses underwriting dan analisis kredit calon nasabah secara lebih komprehensif, sekaligus menjalankan pengingat berkala atas kewajiban pembayaran angsuran nasabah sebagai bagian dari peningkatan kualitas portofolio.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pertumbuhan pembiayaan buy now pay later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan, kami menyoroti ekspansi yang masih kuat pada awal 2026 meski lajunya mulai melambat. OJK mencatat nilai pembiayaan BNPL mencapai Rp 12,81 triliun per Februari 2026, sementara rasio NPF gross BNPL membaik ke 2,51% per Maret 2026, menandakan kualitas kredit relatif terjaga di tengah peningkatan penggunaan paylater.
Berita Decode Global Terbaru
- Forex
- Crypto