Pertamina jajaki perluasan kerja sama EOG Resources untuk dorong produksi migas Indonesia
Pertamina melanjutkan upaya memperkuat produksi migas nasional dengan membuka peluang kerja sama lebih luas bersama EOG Resources dari U.S. Langkah ini berfokus pada pengembangan reservoir nonkonvensional di Indonesia dan pemanfaatan teknologi yang dinilai dapat meningkatkan produktivitas lapangan.
Sorotan
- Pertamina dan EOG Resources membahas perluasan kerja sama teknologi, seperti multi-stage hydraulic fracturing dan horizontal drilling, untuk mendorong produktivitas reservoir nonkonvensional Indonesia.
- Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan kebijakan untuk mempercepat pengembangan migas nonkonvensional, diharapkan menciptakan ekosistem investasi yang menarik dan mempercepat implementasi teknologi lapangan.
- Kolaborasi ini bertujuan mempercepat pemanfaatan potensi migas nonkonvensional sebagai pilar baru produksi nasional dan memperkuat ketahanan energi menuju target Net Zero Emission 2060.
Rencana kolaborasi teknologi reservoir
Seperti dilaporkan Kompas.com, pembicaraan lanjutan ini berlangsung saat Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza bertemu President EOG International dan Vice President International Joe Korenek serta Director Business Development International Jonathan Chung. Pertemuan itu membahas peluang pengembangan kerja sama, terutama untuk reservoir nonkonvensional di Indonesia.Kedua perusahaan juga mengeksplorasi penerapan teknologi untuk meningkatkan produktivitas reservoir, termasuk multi-stage hydraulic fracturing, horizontal drilling, dan optimasi desain fraktur yang menjadi keunggulan EOG Resources. Oki Muraza mengatakan perluasan kerja sama itu menjadi bagian dari strategi Pertamina untuk meningkatkan produksi migas nasional, seiring fokus perusahaan pada pengembangan lapangan eksisting dan dorongan terhadap reservoir nonkonvensional.
Pertamina menambahkan perusahaan terus memperkuat kapabilitas, pengetahuan, dan penguasaan teknologi guna mendukung optimalisasi produksi secara berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikan dalam rilis pers yang diterima pada Jumat, 8 Mei 2026.
Dampak bagi investasi dan ketahanan energi
Pertamina dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan perkembangan dukungan kebijakan yang sedang diproses pemerintah untuk mempercepat pengembangan migas nonkonvensional di Indonesia. Kebijakan itu diharapkan menciptakan ekosistem investasi yang lebih menarik sekaligus memberi kepastian bagi implementasi teknologi di lapangan.Dengan pengalaman EOG Resources dalam pengembangan shale dan tight reservoir, perusahaan U.S. itu dinilai memiliki kapabilitas yang relevan untuk mendukung kenaikan produksi migas Indonesia melalui pendekatan berbasis teknologi dan efisiensi operasional. Penjajakan ini diposisikan sebagai langkah strategis untuk mempercepat penerapan teknologi mutakhir pada reservoir nonkonvensional yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi.
Melalui kelanjutan kolaborasi tersebut, Pertamina berharap pemanfaatan potensi sumber daya migas nonkonvensional dapat dipercepat sebagai salah satu pilar baru peningkatan produksi nasional. Upaya ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia, sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap target Net Zero Emission 2060 dan penerapan prinsip environmental, social, and governance di seluruh lini bisnisnya.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang penjajakan kolaborasi Pertamina dengan Apache Corporation, kami menyoroti pembahasan kemitraan untuk memperkuat operasi hulu migas dan mendukung kenaikan produksi minyak nasional. Agenda utamanya mencakup pengembangan reservoir konvensional dan nonkonvensional melalui penerapan teknologi seperti Enhanced Oil Recovery dan multi-stage fracturing, sekaligus kebutuhan dukungan skema fiskal, kepastian regulasi, dan penguatan supply chain agar investasi migas nonkonvensional lebih kompetitif.
Berita Natural Gas Terbaru
- Forex
- Crypto