Bank-bank di Indonesia perlebar spread kurs dolar AS saat rupiah berfluktuasi
Di tengah pergerakan rupiah yang semakin sulit diprediksi, sejumlah bank di Indonesia memasang kurs jual dolar U.S. pada level tinggi sebagai langkah pengelolaan risiko. Kondisi ini terjadi ketika rupiah di pasar spot ditutup melemah ke Rp 17.382 per dolar U.S., mencerminkan tekanan pasar yang masih berlanjut sepanjang pekan.
Sorotan
- Bank-bank besar seperti BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BCA memperlebar spread kurs dolar U.S. menjadi Rp 200–Rp 300 di tengah volatilitas rupiah.
- Spread kurs jual-beli dolar U.S. di KB Bank tetap tipis sekitar Rp 10–Rp 30, menandakan strategi pengelolaan risiko dan likuiditas yang berbeda dibanding bank besar.
- Penetapan spread yang lebar dilakukan untuk mengelola risiko nilai tukar, menyesuaikan dinamika pasar, serta mematuhi ketentuan Posisi Devisa Neto Bank Indonesia.
Strategi bank mengelola risiko kurs
KONTAN Indonesia melaporkan bank-bank besar menetapkan spread yang lebar antara kurs jual dan beli dolar U.S. di tengah volatilitas pasar valuta asing. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, misalnya, memasang kurs jual TT counter Rp 17.470 dan kurs beli Rp 17.270, sementara pada e-rate kurs jual dan beli berada di Rp 17.358.
PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk juga mematok kurs jual dolar U.S. di TT counter dan Bank Notes pada Rp 17.450, dengan kurs beli Rp 17.150, sehingga spread mencapai Rp 300. PT Bank Central Asia Tbk mencatat kurs jual TT counter Rp 17.530 dan kurs beli Rp 17.230, sedangkan pada Bank Notes kurs jual berada di Rp 17.490 dan kurs beli Rp 17.190.
EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn, mengatakan penetapan spread mencerminkan pertimbangan manajemen risiko nilai tukar dan penyesuaian terhadap dinamika pasar global maupun domestik. Ia menambahkan BCA tetap mengacu pada prinsip kehati-hatian serta ketentuan Bank Indonesia terkait Posisi Devisa Neto dalam menentukan kurs valas.
Sementara itu, KB Bank menetapkan kurs jual dolar U.S. di kisaran Rp 17.380 sampai Rp 17.420 dengan spread yang jauh lebih tipis, sekitar Rp 10 hingga Rp 30. Presiden Direktur KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan penetapan spread dilakukan secara prudent dengan mempertimbangkan likuiditas valas, volatilitas pasar, dan kebutuhan transaksi nasabah.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan Indonesia pada awal 2026, kami menyoroti menguatnya simpanan yang menjaga likuiditas industri tetap longgar untuk menopang penyaluran kredit. Data Maret 2026 menunjukkan DPK tumbuh lebih cepat dengan giro sebagai pendorong utama, sementara bank-bank besar memperkuat strategi penghimpunan dana murah (CASA) untuk menekan biaya dana dan menjaga ketahanan pendanaan.
Berita Banks Terbaru
- Forex
- Crypto