MAIPARK kembangkan produk risiko iklim, bidik ekspansi reasuransi ASEAN

MAIPARK kembangkan produk risiko iklim, bidik ekspansi reasuransi ASEAN
Ekspansi MAIPARK ke ASEAN

PT Reasuransi MAIPARK Indonesia sedang menyiapkan produk baru berbasis risiko banjir dan perubahan iklim sebagai bagian dari penguatan bisnis reasuransi bencana. Inisiatif ini berjalan bersamaan dengan rencana ekspansi ke pasar ASEAN dan ditopang oleh kinerja laba perusahaan yang melampaui Rp100 miliar pada 2025.

Sorotan

  • MAIPARK segera memperkenalkan produk asuransi banjir berbasis model risiko internal kepada regulator dan pelaku industri di Indonesia.
  • MAIPARK menargetkan ekspansi bisnis reasuransi katastropik ke pasar ASEAN, memanfaatkan permintaan tinggi di negara seperti Vietnam, Kamboja, Myanmar, dan Filipina.
  • Laba MAIPARK diproyeksikan melebihi Rp100 miliar pada 2025, menandai rekor pertama sejak implementasi penuh PSAK 117.

Pengembangan produk dan rencana peluncuran

KONTAN melaporkan, MAIPARK dalam waktu dekat akan mengenalkan produk baru tersebut kepada regulator dan pelaku industri setelah pengembangannya dilakukan dengan basis data dan riset internal perusahaan.

Presiden Direktur MAIPARK Kocu Andre Hutagalung mengatakan salah satu fokus utama perseroan adalah menyusun tarif premi banjir untuk Indonesia berdasarkan model risiko yang dimiliki perusahaan. Ia menjelaskan asuransi banjir nantinya tidak ditujukan untuk wilayah yang dipastikan mengalami banjir setiap tahun, melainkan untuk area dengan tingkat risiko tertentu, tempat proteksi asuransi masih dapat diterapkan.

Ekspansi regional dan implikasi pasar

Selain menyiapkan produk baru, MAIPARK juga berencana memperluas bisnis reasuransi katastropik ke kawasan ASEAN sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Menurut Kocu, penyebaran geografis menjadi faktor penting dalam pengelolaan risiko katastropik, sementara sejumlah negara di Asia Tenggara masih membutuhkan kapasitas reasuransi untuk menangani bencana alam.

Presiden Komisaris MAIPARK Budi Herawan mengatakan kemampuan riset dan pemodelan menjadi modal utama untuk memperbesar jejak perseroan di pasar regional. Ia menilai negara-negara seperti Vietnam, Kamboja, Myanmar, dan Filipina membuka peluang permintaan reasuransi bencana, di tengah capaian laba MAIPARK yang melebihi Rp100 miliar pada 2025, yang disebut sebagai pertama kali sejak implementasi penuh PSAK 117.

Traders Union sebelumnya mengulas tren pembelian asuransi lewat marketplace yang kian diminati di Indonesia, terutama untuk produk ritel yang sederhana dan mudah dipahami. Dalam ulasan tersebut, kanal digital dinilai memperluas akses, meningkatkan transparansi dan kemudahan perbandingan produk, namun tetap melengkapi jalur konvensional, sembari menuntut penguatan literasi, tata kelola, keamanan data, dan kepatuhan regulasi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.