IHSG melemah ke 6.858,90, tekanan jual menimpa mayoritas saham
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 12 Mei 2026, berakhir di zona merah setelah tekanan jual meluas di pasar. Pelemahan indeks utama terjadi saat 486 saham turun, sementara nilai transaksi mencapai Rp16,1 triliun dari 30,9 miliar saham yang diperdagangkan.
Sorotan
- IHSG melemah ke level 6.858,90 akibat tekanan jual yang melanda mayoritas saham pada beberapa sektor utama.
- Indeks sektoral konsumer non siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, properti, industri, teknologi, dan kesehatan menekan kinerja pasar dengan masuk zona merah.
- Sektor energi, keuangan, bahan baku, dan transportasi mencatat penguatan, sementara nilai transaksi tetap tinggi di Rp16,1 triliun meski sentimen negatif mendominasi.
Sektor penekan dan gambaran pasar
Menurut Okezone Economy Indonesia, tekanan pada IHSG terutama datang dari sejumlah indeks sektoral yang berada di zona merah, yakni konsumer non siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, properti, industri, teknologi, dan kesehatan. Sebaliknya, sektor energi, keuangan, bahan baku, dan transportasi masih mencatat penguatan.Komposisi sektor tersebut menunjukkan pasar bergerak tidak seragam, dengan saham berbasis komoditas dan keuangan masih memberi penopang di tengah pelemahan lebih luas. Nilai transaksi sebesar Rp16,1 triliun juga menandakan aktivitas perdagangan tetap ramai, meski sentimen pasar pada penutupan cenderung negatif.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang tekanan serentak di pasar keuangan Indonesia yang mendorong IHSG turun tajam pada sesi I, kami mencatat pelemahan terjadi ketika rupiah menembus area psikologis Rp17.500 per dolar AS. Kami juga mengulas bagaimana mayoritas sektor saat itu berada di zona merah, sementara kekhawatiran geopolitik global dan tantangan ekonomi domestik memperburuk sentimen terhadap aset domestik.
Berita TRADE.com Terbaru
- Forex
- Crypto