BSI salurkan pembiayaan berkelanjutan Rp75,3 triliun hingga Maret 2026
Penguatan pembiayaan berbasis ESG terus menjadi bagian dari strategi pertumbuhan Bank Syariah Indonesia di tengah dorongan pendanaan ekonomi hijau dan inklusif. Hingga Maret 2026, porsi pembiayaan berkelanjutan perseroan mencapai 22,9% dari total pembiayaan, dengan kontribusi dari pembiayaan hijau serta pembiayaan sosial dan UMKM.
Sorotan
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk mencatat pembiayaan berkelanjutan Rp75,3 triliun per Maret 2026, terdiri dari Rp16 triliun pembiayaan hijau dan Rp59,1 triliun pembiayaan sosial serta UMKM.
- BSI menghimpun sustainable funding melalui penerbitan Sustainability Sukuk total Rp8 triliun untuk mendukung pendanaan berkelanjutan dan pembangunan ekonomi hijau serta inklusif.
- BSI menyalurkan program sosial senilai Rp320,8 miliar kepada lebih dari 250.000 penerima manfaat dan memperkuat operasional rendah karbon dengan 70 Reverse Vending Machine dan 145 kendaraan listrik.
Rincian pembiayaan dan pendanaan berkelanjutan
KONTAN melaporkan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk mencatat pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp75,3 triliun per Maret 2026. Nilai itu terdiri dari pembiayaan hijau Rp16 triliun serta pembiayaan sosial dan UMKM Rp59,1 triliun, sebagai bagian dari penguatan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance di perbankan syariah.
Selain menyalurkan pembiayaan, BSI juga menghimpun sustainable funding melalui penerbitan Sustainability Sukuk dengan total Rp8 triliun. Langkah ini ditujukan untuk mendukung pendanaan berkelanjutan sekaligus memperluas kontribusi perseroan terhadap pembangunan ekonomi hijau dan inklusif.
Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan kinerja perseroan yang solid harus berjalan seiring dengan fundamental ESG yang kuat agar BSI dapat terus bertumbuh secara berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Dalam siaran pers pada Kamis (14/5), ia menyebut hal itu menjadi keunikan BSI sehingga keberadaannya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dampak sosial dan penguatan operasional rendah karbon
Peran sosial BSI juga tercermin dari implementasi program sosial senilai Rp320,8 miliar. Penyaluran dana itu mencakup lima pilar, yaitu ekonomi, pendidikan, dakwah, kesehatan, dan kemanusiaan, dengan total penerima manfaat lebih dari 250.000 orang.Untuk mendukung gerakan low carbon economy, perseroan memperkuat aspek bisnis dan operasional melalui penyediaan infrastruktur ramah lingkungan. Hingga saat ini, BSI telah menyediakan 70 Reverse Vending Machine dan 145 unit kendaraan listrik, serta melakukan penghitungan emisi scope 1 dan scope 2 melalui platform digital carbon tracking.
Dari sisi kesetaraan gender, BSI mencatat 41% pegawainya merupakan perempuan yang memiliki kesempatan berkarier di berbagai level jabatan secara setara. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa agenda keberlanjutan perseroan tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga pada tata kelola sosial dan operasional perusahaan.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang penurunan bunga kredit ultra mikro PNM Mekaar, kami membahas instruksi Presiden Prabowo Subianto agar suku bunga diturunkan dari 24% menjadi di bawah 9% demi memperbaiki ketimpangan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan keluarga prasejahtera. Kami juga mengulas arah kebijakan deregulasi serta rencana perbaikan skema pembiayaan agar penyaluran kredit ke segmen paling kecil bisa lebih luas dan terjangkau.
Berita Social Policy Terbaru
- Forex
- Crypto