Aslindo dorong literasi keuangan untuk perkuat penyaluran LKM
Di tengah kontraksi penyaluran pinjaman lembaga keuangan mikro pada Maret 2026, Asosiasi Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah Indonesia menilai penguatan literasi keuangan menjadi langkah penting untuk memperbaiki kinerja industri. Organisasi ini juga mendorong pelatihan sumber daya manusia, sertifikasi pengurus, dan penguatan tata kelola agar LKM lebih dikenal masyarakat dan lebih siap menghadapi tekanan tahun ini.
Sorotan
- Penyaluran pinjaman LKM per Maret 2026 mencapai Rp1 triliun, turun 5,66% dari Maret 2025 dan turun 0,1% dari Februari 2026.
- Aslindo mendorong peningkatan literasi keuangan, pelatihan SDM, sertifikasi pengurus, dan kolaborasi antar-lembaga untuk menguatkan penyaluran LKM.
- Industri LKM menghadapi tekanan pembiayaan akibat pinjaman online ilegal, judi online, rentenir, serta perlu penguatan tata kelola dan pengawasan internal.
Strategi penguatan penyaluran LKM
Seperti diberitakan KONTAN, Ketua Umum Aslindo Burhan mengatakan penyelenggara LKM perlu terus meningkatkan literasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas agar lembaga keuangan mikro makin dikenal. Ia menyampaikan langkah itu menjadi salah satu upaya yang perlu dijalankan untuk mendukung perbaikan kinerja penyaluran pinjaman.Selain literasi, Aslindo menilai kualitas sumber daya manusia juga perlu terus ditingkatkan melalui berbagai pelatihan. Asosiasi ini juga mendorong sertifikasi bagi pengurus, penguatan tata kelola yang baik, serta kerja sama dengan lembaga lain untuk mendukung permodalan dan pengembangan SDM.
Burhan juga mengingatkan adanya sejumlah faktor yang perlu diwaspadai industri pada tahun ini, antara lain maraknya pinjaman online ilegal, praktik judi online, keberadaan rentenir, dan kebutuhan penguatan pengawasan internal. Meski demikian, ia tetap optimistis kinerja penyaluran pinjaman dapat bertumbuh hingga akhir tahun ini seiring upaya kolaborasi dengan berbagai lembaga untuk memperkuat modal, SDM, dan tata kelola.
Tekanan data dan implikasi industri
Data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan penyaluran pinjaman LKM per Maret 2026 mencapai Rp1 triliun. Nilai itu terkontraksi 5,66% dibandingkan Maret 2025 sebesar Rp1,06 triliun, serta turun 0,1% dibandingkan Februari 2026.Angka tersebut menunjukkan industri LKM masih menghadapi tekanan di sisi pembiayaan, sehingga upaya memperluas pemahaman masyarakat dan memperkuat kapasitas internal menjadi semakin relevan. Bagi sektor keuangan mikro di Indonesia, perbaikan literasi, tata kelola, dan akses permodalan berpotensi menjadi faktor utama untuk menahan pelemahan penyaluran dan mendukung pemulihan pertumbuhan pada sisa tahun ini.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pencabutan izin usaha Koperasi LKM Agribisnis Randu Makmur di Magelang, kami mengulas langkah OJK yang menghentikan seluruh operasional LKM tersebut efektif 4 Mei 2026 dan menutup kantornya untuk umum. Kami juga menyoroti kewajiban pengurus untuk menggelar rapat pembubaran, membentuk tim likuidasi, serta menyelesaikan hak dan kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku.
Berita AUD/USD Terbaru
- Forex
- Crypto