Prudential Syariah nilai spin off UUS dorong penetrasi asuransi syariah di Indonesia
Tenggat pemisahan Unit Usaha Syariah oleh regulator pada akhir 2026 mendorong prospek bertambahnya pelaku asuransi syariah di Indonesia. Prudential Syariah menyambut tren itu secara positif karena pasar dinilai masih luas dan tingkat penetrasi asuransi syariah masih rendah.
Sorotan
- POJK 11 Tahun 2023 mewajibkan spin off Unit Usaha Syariah di industri asuransi paling lambat akhir 2026, mendorong pertumbuhan pelaku syariah.
- Prudential Syariah membukukan kontribusi bruto Rp 4,2 triliun di 2025, naik 9% yoy, dengan pangsa pasar industri sebesar 22%.
- Total aset Prudential Syariah naik 20% yoy menjadi Rp 8 triliun di 2025, Risk Based Capital perusahaan tercatat 1.496%, jauh di atas regulasi.
Aturan spin off dan respons pelaku industri
Seperti diberitakan KONTAN Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan mewajibkan perusahaan perasuransian melakukan spin off Unit Usaha Syariah paling lambat pada akhir 2026, sebagaimana diatur dalam Pasal 9 POJK 11 Tahun 2023.Presiden Direktur PT Prudential Sharia Life Assurance, Iskandar Ezzahuddin, mengatakan bertambahnya perusahaan asuransi syariah dapat membantu meningkatkan penetrasi asuransi syariah di Indonesia. Ia menilai industri masih memerlukan lebih banyak pemain dan lebih banyak pihak yang aktif mengedukasi masyarakat tentang asuransi.
Menurut Iskandar, peluang pasar masih besar karena jumlah penduduk Muslim di Indonesia mencapai sekitar 244 juta orang, sementara kontribusi perusahaan asuransi syariah masih kecil dibandingkan perusahaan asuransi konvensional. Ia juga berharap semakin banyak spin off akan mendorong bertambahnya agen di lapangan yang ikut meningkatkan literasi keuangan.
Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, juga menilai semakin banyak perusahaan asuransi syariah justru menjadi perkembangan yang sehat bagi industri. Ia menyebut penetrasi industri asuransi secara keseluruhan baru sekitar 2,8% dari Produk Domestik Bruto, sehingga ruang pertumbuhan masih terbuka lebar.
Vivin mengatakan kehadiran lebih banyak perusahaan syariah dapat memperkuat literasi dan pada akhirnya ikut mengerek penetrasi asuransi. Menurut dia, perusahaan lain lebih tepat dipandang sebagai mitra dalam membangun industri bersama, bukan semata pesaing.
Kinerja Prudential Syariah dan dampak pasar
Pada sisi kinerja, Prudential Syariah membukukan total kontribusi bruto Rp 4,2 triliun pada 2025, naik 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi bisnis baru mencapai Rp 1 triliun pada 2025, tumbuh 31% dari tahun sebelumnya, sementara pangsa pasar industri tercatat sebesar 22%.Dari sisi pengelolaan aset, total aset perusahaan naik 20% secara tahunan menjadi Rp 8 triliun pada 2025. Total aset investasi juga meningkat 17% secara tahunan menjadi Rp 6 triliun pada 2025.
Tingkat solvabilitas Prudential Syariah juga berada jauh di atas ketentuan regulator. Risk Based Capital dana perusahaan tercatat 1.496%, sedangkan RBC Dana Tabarru' berada di level 209%.
Dengan tenggat spin off yang semakin dekat, bertambahnya entitas asuransi syariah berpotensi memperluas distribusi, edukasi pasar, dan jangkauan produk di Indonesia. Kondisi itu dapat mendukung pertumbuhan industri yang masih berada pada tahap penetrasi rendah, sekaligus memperbesar basis nasabah di pasar syariah nasional.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang ketahanan asuransi properti di Indonesia pada kuartal I-2026, kami menyoroti bahwa pertumbuhan premi tetap positif meski lebih moderat karena pelaku pasar cenderung wait-and-see di tengah volatilitas ekonomi. Kami juga mencatat industri memperkuat underwriting, disiplin penilaian risiko, serta dukungan reasuransi untuk menjaga profitabilitas.
Berita Mergers Terbaru
- Forex
- Crypto