Investasi IKN capai Rp72,39 triliun, hunian dan infrastruktur dominasi pembangunan
Akumulasi investasi di Ibu Kota Nusantara mencapai Rp72,39 triliun saat pembangunan kawasan baru itu terus diarahkan untuk membentuk ekosistem perkotaan. Nilai tersebut mencakup investasi swasta murni dan dukungan fasilitas publik, menandakan keterlibatan pelaku usaha domestik maupun asing di berbagai sektor.
Sorotan
- Investasi di IKN mencapai Rp72,39 triliun per Juni 2024, terdiri dari Rp60,29 triliun investasi swasta murni dan Rp12,10 triliun fasilitas publik/penugasan Kementerian/Lembaga.
- Sebanyak 75 Perjanjian Kerja Sama ditandatangani, melibatkan 65 pelaku usaha dan menargetkan sektor hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, olahraga, serta fasilitas komersial.
- Sebanyak 11 dari 75 perjanjian melibatkan investor asing dari Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura, menandakan minat global terhadap IKN.
Komposisi investasi dan cakupan proyek
Seperti disampaikan Otorita IKN, nilai estimasi investasi di IKN saat ini terdiri atas investasi swasta murni sebesar Rp60,29 triliun serta fasilitas publik dan penugasan Kementerian/Lembaga sebesar Rp12,10 triliun.Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw mengatakan capaian itu menunjukkan kepercayaan investor tetap berjalan seiring pembangunan IKN menuju terbentuknya ekosistem kehidupan perkotaan. Ia menyebut pembangunan Ibu Kota Nusantara diarahkan untuk menghadirkan layanan, hunian, dan berbagai aktivitas ekonomi bagi masyarakat.
Secara keseluruhan, terdapat 75 Perjanjian Kerja Sama dengan 65 pelaku usaha yang masuk dalam kategori investasi swasta murni, serta 15 penugasan kepada Kementerian/Lembaga. Kehadiran investasi tersebut terlihat di sejumlah sektor, mulai dari hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, pusat olahraga, hingga fasilitas komersial.
Keterlibatan investor asing dan dampak pembangunan
Dari total 75 Perjanjian Kerja Sama, sebanyak 11 berasal dari investor asing yang melibatkan delapan perusahaan dari enam negara, yakni Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura. Sementara itu, 64 perjanjian lainnya berasal dari pelaku usaha dalam negeri.Komposisi tersebut menunjukkan pembangunan IKN tidak hanya bertumpu pada pendanaan domestik, tetapi juga menarik minat investor internasional dalam pengembangan kawasan. Sebaran investasi lintas sektor itu memperkuat indikasi bahwa pembangunan IKN bergerak dari tahap konstruksi dasar menuju pembentukan aktivitas ekonomi dan layanan penunjang kota.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang porsi bank asing di industri perbankan Indonesia, kami mencatat bahwa hingga Maret 2026 bank asing dan kantor cabangnya menguasai 23,75% total aset serta 21,02% total kredit perbankan nasional menurut data OJK. Kami juga menyoroti peran strategis bank asing dalam pembiayaan valas, fasilitasi investasi lintas negara, dan pendanaan proyek-proyek besar, seiring maraknya ekspansi dan aksi korporasi seperti rencana integrasi operasional Danamon dengan MUFG serta akuisisi bisnis ritel HSBC Indonesia oleh OCBC NISP.
Berita Axiory Terbaru
- Forex
- Crypto