Pemerintah bersiap memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di DPR pada 20 Mei 2026. Langkah ini menandai perubahan dari praktik sebelumnya karena penyampaian arah ekonomi biasanya dilakukan oleh menteri keuangan.
Sorotan
- Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan langsung KEM dan PPKF RAPBN 2027 di DPR pada Rabu, 20 Mei 2026, menandai perubahan praktik.
- Tradisi sebelumnya, penyampaian KEM-PPKF dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, dengan target pertumbuhan ekonomi 2025 antara 5,1 persen hingga 5,5 persen.
- Target pertumbuhan ekonomi 2026 dipatok pada 5,2 persen hingga 5,8 persen, menjadikan agenda penyampaian langsung oleh Prabowo untuk kerangka 2027 sebagai penekanan politik baru.
Agenda pemaparan dan perubahan praktik
Seperti diberitakan Kompas.com, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan langsung KEM dan PPKF RAPBN 2027 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026. Dasco menyebut tidak ada aturan yang melarang presiden menyampaikan langsung dokumen pengantar penyusunan APBN tersebut, karena menteri pada dasarnya mewakili presiden.Menurut Dasco, langkah ini menjadi yang pertama kali dilakukan seorang presiden dalam penyampaian arah ekonomi di hadapan DPR. Ia menilai penyampaian langsung oleh kepala negara sah dilakukan dalam proses awal pembahasan anggaran.
Dasco juga menyatakan bahwa selama ini penyampaian KEM-PPKF memang lazim dibacakan oleh menteri keuangan. Karena itu, kehadiran langsung Prabowo dalam rapat paripurna memberi penekanan politik yang lebih kuat terhadap agenda fiskal pemerintah untuk 2027.
Rekam jejak target ekonomi pemerintah
Pada tahun-tahun sebelumnya, penyampaian KEM-PPKF dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Pada Mei 2024, Sri Mulyani mewakili pemerintah menyampaikan KEM-PPKF 2025 di rapat paripurna DPR RI dengan target pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,1 persen hingga 5,5 persen.Target tersebut disusun dengan mempertimbangkan inflasi yang terkendali, kelanjutan hilirisasi sumber daya alam, pengembangan industri kendaraan listrik, serta digitalisasi yang didukung perbaikan iklim investasi dan kualitas sumber daya manusia. Saat itu, inflasi diperkirakan berada pada kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.
Pada penyampaian KEM-PPKF 2026 yang berlangsung pada Mei 2025, Sri Mulyani kembali mewakili pemerintah dalam rapat paripurna DPR. Pemerintah saat itu mematok target pertumbuhan ekonomi 2026 pada kisaran 5,2 persen hingga 5,8 persen, sehingga penyampaian langsung oleh Prabowo untuk kerangka 2027 menjadi perubahan penting dalam komunikasi kebijakan fiskal pemerintah.
Agenda pemaparan KEM-PPKF RAPBN 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto di rapat paripurna DPR pada 20 Mei 2026 menjadi sorotan karena menandai perubahan pola, setelah pada tahun-tahun sebelumnya penyampaian umumnya dilakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dalam artikel kami sebelumnya, kami juga menyoroti bagaimana perhatian pasar tertuju pada sinyal awal prioritas belanja, arah kebijakan fiskal, dan target pertumbuhan 2027 yang akan terbaca dari paparan tersebut.
Berita Government Terbaru
- Forex
- Crypto