Saham perbankan besar di Indonesia bergerak di zona hijau menjelang konferensi pers Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Rabu, 20 Mei 2026. Penguatan ini terjadi ketika pasar juga menangkap sinyal kuat kenaikan suku bunga acuan, sementara IHSG justru berada di zona merah pada akhir sesi I.
Sorotan
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memimpin penguatan perbankan, naik 2,91% ke Rp 4.250, mencapai level tertinggi sejak awal pekan pada 20 Mei 2026.
- PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatat lonjakan terbesar di kelompok bank swasta dengan kenaikan 8,39% ke Rp 4.780 di sesi I.
- Mayoritas saham bank menguat meskipun IHSG terkoreksi 0,60% ke 6.332,18, didorong ekspektasi terhadap keputusan BI-Rate oleh Bank Indonesia.
Pergerakan bank besar pada sesi I
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, penguatan saham perbankan terlihat pada akhir perdagangan sesi I Rabu (20/5/2026), dengan bank-bank berkapitalisasi besar membalikkan pelemahan awal dan mencatat kenaikan harga intraday.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memimpin penguatan di kelompok bank besar setelah naik 2,91% secara harian menjadi Rp 4.250. Saham ini sempat dibuka di Rp 4.120, turun 0,72% dari pembukaan hari sebelumnya, lalu bergerak naik hingga menyentuh Rp 4.270, level tertinggi sejak awal pekan.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 1,32% ke Rp 3.080 setelah sempat dibuka melemah 1,6% di Rp 3.040. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga menguat 1,31% ke Rp 3.860 dari pembukaan Rp 3.790, dan sempat menyentuh Rp 3.870, yang juga menjadi posisi tertinggi sejak awal pekan.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bertambah 0,42% menjadi Rp 5.975 walau dibuka turun 2,88% di Rp 5.900. Di kelompok bank BUMN lain, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) naik 1,41% menjadi Rp 1.795, sedangkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menguat 1,17% menjadi Rp 1.300.
Divergensi dengan IHSG dan sentimen suku bunga
Dari jajaran bank swasta, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatat salah satu penguatan paling menonjol dengan kenaikan 8,39% menjadi Rp 4.780. Namun pergerakan sektor ini tidak sepenuhnya seragam karena PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) turun 0,30% ke Rp 1.650 dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) melemah 2,56% ke Rp 3.050.Secara lebih luas, kenaikan mayoritas saham bank terjadi saat indeks harga saham gabungan terkoreksi 0,60% ke 6.332,18 pada akhir sesi I. Kondisi ini menunjukkan saham perbankan menjadi kantong penguatan pasar menjelang penjelasan Bank Indonesia, ketika ekspektasi terhadap arah BI-Rate menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang strategi SMBC Indonesia menghadapi potensi kenaikan BI Rate pada RDG Mei 2026, bank ini menyiapkan penyesuaian bisnis untuk menahan kenaikan biaya dana di tengah pelemahan rupiah. Fokusnya mencakup penguatan manajemen risiko, peningkatan dana murah lewat penguatan transactional banking (termasuk melalui aplikasi Jenius), serta memperbesar fee based income seperti layanan hedging untuk menyeimbangkan pendapatan saat permintaan kredit berisiko melandai.
- Forex
- Crypto