BI catat pertumbuhan kredit perbankan menguat pada April 2026

BI catat pertumbuhan kredit perbankan menguat pada April 2026
Kredit bank tumbuh April 2026

Pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia meningkat pada April 2026 di tengah ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah. Kenaikan ini ditopang kredit investasi, sementara Bank Indonesia menilai likuiditas dan ketahanan perbankan nasional tetap kuat.

Sorotan

  • Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia naik menjadi 9,98% secara tahunan pada April 2026, didorong oleh kredit investasi yang tumbuh 19,48%.
  • Fasilitas kredit yang belum digunakan mencapai Rp 2.551,42 triliun atau 22,57% dari plafon, dengan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga 25,39%.
  • Rasio kecukupan modal perbankan berada di level 25,09% dan rasio kredit bermasalah bruto 2,14% pada Maret 2026, mencerminkan ketahanan sektor perbankan.

Kinerja kredit dan dukungan likuiditas April 2026

Seperti diberitakan KONTAN Indonesia, Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan sebesar 9,98% secara tahunan pada April 2026, lebih tinggi dari 9,49% pada Maret 2026. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan tersebut didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI pada Rabu, 20 Mei 2026.

Secara rinci, kredit investasi tumbuh paling tinggi sebesar 19,48% secara tahunan pada April 2026. Sementara itu, kredit modal kerja tumbuh 6,04% dan kredit konsumsi meningkat 6,13%.

BI memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga di kisaran 8% hingga 12%. Prospek itu ditopang fasilitas kredit yang belum digunakan atau undisbursed loan sebesar Rp 2.551,42 triliun, setara 22,57% dari total plafon kredit tersedia, serta likuiditas perbankan yang masih memadai.

Hal itu tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga yang berada di level 25,39% dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 11,39% secara tahunan pada April 2026. Pada periode yang sama, suku bunga kredit tercatat 8,73%, sedangkan suku bunga deposito tenor satu bulan berada di level 4,16%.

Kebijakan BI dan ketahanan sektor perbankan

Bank Indonesia menyatakan akan terus memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif, termasuk melalui penguatan Rasio Intermediasi Makroprudensial dan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial. Langkah itu ditujukan untuk mendukung penyaluran kredit perbankan dan mendorong intermediasi yang lebih kuat.

Selain itu, koordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan juga terus diperkuat untuk memperbaiki struktur suku bunga dan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Perry menegaskan efisiensi suku bunga perbankan masih dapat ditingkatkan.

Di sisi lain, BI memastikan industri perbankan nasional tetap kuat menghadapi risiko rambatan perang di Timur Tengah. Pada Maret 2026, rasio kecukupan modal perbankan tercatat 25,09%, sementara rasio kredit bermasalah berada di level 2,14% secara bruto dan 0,83% secara neto.

Menurut Perry, hasil stress test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, termasuk dampak rambatan berlanjutnya perang di Timur Tengah. Ketahanan itu juga ditopang oleh kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang masih terjaga baik.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang kinerja SeaBank pada kuartal I-2026, kami mencatat lonjakan laba bersih seiring pertumbuhan aset, dana pihak ketiga, dan penyaluran kredit, dengan rasio NPL tetap terjaga. Artikel itu juga menyoroti bahwa ekspansi intermediasi bank digital dapat berlangsung cepat namun tetap pruden, ditopang peningkatan basis nasabah dan frekuensi transaksi. Gambaran tersebut memberi konteks tambahan ketika BI kini menilai likuiditas perbankan memadai dan pertumbuhan kredit 2026 tetap berada pada kisaran target.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.