IHSG menguat pada pembukaan perdagangan Jakarta

IHSG menguat pada pembukaan perdagangan Jakarta
IHSG positif di pembukaan

Perdagangan saham di Jakarta dibuka lebih positif pada Kamis, dengan Indeks Harga Saham Gabungan naik 47,98 poin atau 0,76 persen ke level 6.366. Kenaikan awal ini disertai volume 299 juta saham, nilai transaksi Rp224 miliar, dan mayoritas saham yang bergerak di zona hijau.

Sorotan

  • IHSG dibuka menguat dengan 27 ribu transaksi dan kapitalisasi pasar Rp11 triliun, 231 saham naik, 71 turun, 657 stagnan.
  • Sektor infrastruktur memimpin kenaikan sektoral sebesar 2,70 persen, sementara sektor transportasi menjadi satu-satunya yang melemah 0,04 persen.
  • Saham Hotel Fitra International (FITT) melonjak 24,60 persen, diikuti Satria Mega Kencana (SOTS) naik 23,57 persen, dan Inter Delta (INTD) naik 20,28 persen.

Pergerakan awal pasar dan sektor pendorong

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, aktivitas awal perdagangan mencatat 27 ribu kali frekuensi transaksi dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp11 triliun. Sebanyak 231 saham naik, 71 saham turun, dan 657 saham lainnya stagnan, menunjukkan sentimen pembukaan yang cenderung menguat.

Dari sisi sektoral, penguatan terbesar terjadi pada sektor infrastruktur yang naik 2,70 persen. Sektor bahan baku bertambah 1,40 persen, sektor siklikal naik 0,97 persen, sektor industri menguat 0,94 persen, sektor energi naik 0,58 persen, sektor teknologi bertambah 0,42 persen, sektor properti naik 0,37 persen, sektor keuangan menguat 0,30 persen, sektor non siklikal naik 0,18 persen, dan sektor kesehatan bertambah 0,17 persen. Di tengah mayoritas sektor yang menguat, sektor transportasi menjadi satu-satunya yang melemah tipis 0,04 persen.

Saham penggerak dan gambaran sentimen investor

Tiga saham dengan kenaikan terbesar pada pagi hari dipimpin Hotel Fitra International (FITT) yang melonjak 24,60 persen. Satria Mega Kencana (SOTS) menyusul dengan kenaikan 23,57 persen, sementara Inter Delta (INTD) naik 20,28 persen.

Di kelompok saham yang tertekan, Asia Pramulia (ASPR) terkoreksi 4,65 persen, Panca Budi Idaman (PBID) melemah 9,91 persen, dan Jhoin Agro Raya (JARR) turun 8,55 persen. Komposisi kenaikan yang lebih dominan dibanding penurunan pada awal sesi mencerminkan rebound pasar, meski tekanan pada sebagian saham tertentu menunjukkan investor masih selektif.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kinerja Bank Pembangunan Daerah (BPD) pada kuartal I-2026, kami mencatat total aset industri BPD mencapai Rp 1.036,51 triliun dengan pertumbuhan yang masih positif. Kami juga menyoroti penilaian OJK bahwa permodalan BPD tetap solid, serta peran Kelompok Usaha Bank (KUB) sebagai pendorong konsolidasi dan sinergi antardaerah untuk memperkuat penyaluran kredit, termasuk ke segmen UMKM.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.