Krom Bank perkuat ekspansi bank digital dengan membidik Gen Z dan milenial

Krom Bank perkuat ekspansi bank digital dengan membidik Gen Z dan milenial
Ekspansi digital Krom Bank

Persaingan bank digital di Indonesia makin ketat seiring pertumbuhan pengguna dan transaksi pada 2026. Krom Bank menempatkan generasi muda sebagai fokus ekspansi, sementara tingkat pengguna aktif bulanannya mencapai sekitar 45% dari total nasabah.

Sorotan

  • Krom Bank Indonesia Tbk meningkatkan ekspansi digital dengan membidik Gen Z dan milenial serta mencatat rasio pengguna aktif bulanan 45%.
  • Krom Bank mempercepat akuisisi nasabah melalui inovasi layanan, bunga simpanan kompetitif, promo cashback, dan bebas biaya transfer.
  • Per Maret 2026, OJK melaporkan rekening kredit bank digital tumbuh 27,31% dan rekening dana pihak ketiga naik 35,38%, namun kontribusi aset bank digital masih di bawah 2%.

Strategi ekspansi dan pertumbuhan nasabah

Seperti diberitakan KONTAN, PT Krom Bank Indonesia Tbk terus memperkuat ekspansi bisnisnya dengan mendorong pertumbuhan pengguna dan menyiapkan layanan yang dinilai lebih relevan bagi Gen Z dan milenial. Direktur Utama Krom Bank Anton Hermawan mengatakan jumlah nasabah terus meningkat, meski perseroan belum mengungkapkan angka pasti total pengguna saat ini.

Ia menjelaskan aktivitas pengguna juga menunjukkan tren positif, yang tercermin dari rasio pengguna aktif bulanan sekitar 45% dari total keseluruhan nasabah. Untuk mempercepat akuisisi nasabah ke depan, Krom Bank menekankan inovasi layanan serta menawarkan bunga simpanan yang kompetitif, promo cashback, dan fasilitas bebas biaya transfer.

Dampak bagi industri perbankan digital

Secara industri, perbankan digital di Indonesia terus tumbuh agresif sepanjang tahun ini. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per Maret 2026, jumlah rekening kredit perbankan digital tumbuh 27,31% secara tahunan, sementara jumlah rekening dana pihak ketiga naik 35,38% secara tahunan.

Meski pertumbuhannya cepat, kontribusi perbankan digital terhadap industri perbankan nasional masih relatif kecil. Data OJK menunjukkan porsi total aset, penyaluran kredit, dan dana pihak ketiga bank digital masing-masing masih berada di bawah 2% dari total industri perbankan nasional.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang penguatan literasi dan keamanan transaksi digital di lingkungan sekolah, kami membahas upaya Bank Indonesia Provinsi Maluku mendorong guru dan pelajar agar lebih waspada terhadap risiko penipuan saat bertransaksi digital. Kami juga menyoroti dukungan pelaku sistem pembayaran seperti GoPay melalui kampanye edukasi perlindungan konsumen serta penguatan teknologi keamanan untuk membangun kebiasaan transaksi yang aman sejak dini.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.